16 May 2008

NOTE

kulakukan apa yang bisa kulakukan

terus saja menulis

 

di atas tanah lapang penuh rerumputan

penggembala, para domba ceria

cemara, belalang tanpa nama

 

tak bisa terus berulang

pergi pulang, laut dan daratan

demi janji yang hilang

 

 

menggelinding

aku pernah mengerang

bermalam, bahkan berpuluh malam

 

di jalan, dikeramaian lalu lalang

di kamar, dalam terang dan samar

 

di setiap tempat, dimana dia pernah lewat

semua pojok dinding seperti terus berdering

oleh kerinduan yang kemudian mengering

jadi bagai pecahan piring

yang dilempar begitu riang olehnya

tanpa beban, walau seadanya

11 May 2008

Ketika Penguasa Bersikap Otoriter...

Sesuatu yang ironis, sebuah acara talk show di radio Simponi yang diasuh abah renggo, dipaksa dihentikan (yang katanya) oleh penguasa daerah. Rumornya, karena talk show itu merugikan salah satu pihak dan golongan…

Talk show di simponi setiap malam senin dari jam 20.00 hingga 00.00 Wib adalah diskusi yang menghadirkan nara sumber sebagai tokoh sentral, dan melibatkan audience (listener) untuk memberi tanggapan dan komentar melalui telepon dan sms terhadap tema yang sedang dibedah atau dibahas nara sumber.

Untuk kota sekecil Subang, sebenarnya acara semacam itu sangat positif, setidaknya membangun budaya demokrasi yang saat ini diagung-agungkan dari tingkat atas hingga tingkat RT, dan sebagai pembelajaran kritis dan melek politik terhadap permaslaahan yang dihadapi.

Namun, entah dengan alasan apa acara itu dihentikan, terhitung dari malam ini, yang menurut puluhan sms yang masuk ke hp saya, atas permintaan penguasa otoriter yang ada di kota ini. Dari kaca mata awam, saya melihat sikap otoriter itu terlalu berlebihan dilakukan (jika benar) oleh bupati. Jabatan dan kekuasaan sudah masuk ke dalam privacy perusahaan, yang secara garis organisasi tidak ada jalurnya…

Tindakan itu bukan yang pertama kalinya, sebelumnya media cetak, termasuk SINDO, gara-gara membuat berita yang dianggap negatif, juga “dilarang masuk” ke pemda. Ironis memang, jika alat pengawal demokrsai bernama media yang memberi pencerdasan masyarakat dianggap jadi musuh bebuyutan bagi samng diktator, yang berakhir pada pembredelan…

Sampai kapan masalah ini dibiarkan dan terus berlanjut???????

Ketika Mata Rantai Itu Putus...

Yups ketika mata rantai itu putus, muncul sebuah persaingan yang tidak sehat. Doktrin “pembunuhan” dan “pembobolan” itu mengakar di satu atap satu profesi, bernama Pers di Kota Nanas. Targetnya, SINDO atau wartawannya, ya Gw ini. 

Persaingan apa yang sedang mereka rencanakan, konsep skenario apa yang sedang mereka siapkan, entahlah gw gak pernah ngurus. Yang jelas, sejak kelahiran bidadari pertamaku, getsa allyesa azra, tanggal 20 oktober lalu, nuansa ini betul-betul terasa. Ada banyak perubahan dan cara pandang, dari temen-temen jurnalis. Dari sejak itu, SMS atau telpon tentang peristiwa dan berita TKP, betul-betul putus dan gak sampe ke hp. “Boikot info untuk SINDO”  

Seinget gw, ada tiga peristiwa penting yang mereka berusaha untuk membobol SINDO, dengan tanpa kabar dan info: pertama aksi perampokan uang SPBU senilai 337 juta, kedua peristiwa kebakaran di cikaum, dan peristiwa banjir di legon kulon.  

Syukur Tuhan punya mata dan punya hati, dari tiga peristiwa itu, hanya perampokan SPBU yang gak dapet. Sementara duanya, SINDO masih berani bersaing, tidak hanya poto, grafik, juga data lengkap kita sajikan untuk pembaca.. 

Ironisnya, ketika dua kasus itu muncul di SINDO, si juragan malah meng-“intimidasi” ke beberapa pers, katanya “ SINDO tahu tentang ini, kenapa harus dikabari,” ha ha ha ha najis mugholadah, mungkin dia lupa jika Tuhan maha cinta, dan Dia lah yang membisikan gw semua kejadian yang Dia skenariokan?

Yang ada lo yang kebobolan boy, lihat berita hari ini (minggu, 11 mei) halaman 12 SINDO: “Pelaku Pembobol ATM BCA Pamanukan Ditangkap”. eit-eit mau coppy paste lo ye... Puas lo.... wakakakakak

Ada curiga juga, jangan-jangan ini skenario untuk menjatuhkan gw di depan redaktur jakarta. Dengan bobolnya berita, mereka yakin gw akan diabisin jakarta, dan dari situ jakarta dengan sangat mudah menendang gw. Padahal. Nih padahalnya, redaktur lebih dewasa cara berfikir dan lebih bijaksana untuk ngambil keputusan, karena ada aturan mainnya...

Jadi, percuma saja lakukan skenario itu, tidak akan mendapatkan sesuatu sedikitpun, kecuali anda akan ditertawakan  oleh pembaca, jadi bersainglah dengan cerdas dan sehat, atau kita tunggu tertawaan pembaca yang dialamatkan ke kita, hah kita, lo aje kali gw kagak....

SINDO adalah SINDO, yang mencoba menyajikan info dari TKP dan Opini masyarakat dengan tajam, akurat, dan kontinu, tentang nasib, duka, dan kasus hukum seseorang. Dengan sajian itu, SINDO masih tetap menjadi primadona di kota nanas. Meski harga jadi Rp3 ribu per eksemplar, tidak kemudian menurunkan oplah, karena Subang butuh berita bukan curhatan semata... "tidak ada ngaruhnya dengan kenaikan harga, malah cenderung bertambah," tegas si agen

Btw, apa yang kita dapatkan dari itu semua?????

 

10 May 2008

Saykoji So What Gitu Lho

 

 

Group band beraliran musik hip hop, Saykoji akhirnya datang juga,  jam 21.30 wib. Padahal gw nunggu dari jam 14.00 Wib. Saykoji dateng ke Subang di even Black Motor Club (BMC) Gathering.

Sambil nunggu wat moto-motoin ini band, dan sumpek lihat anak muda-mudi yang bergandneg tangan dan merebahkan badannya di tubuh cowoknya (secara gw jalan ama brondong, jadi gak ada hangatnya he he he)) gw mangkal dulu di cafe roempoet, perut udah mulai protes tes tes tes tes dan tes.

Nyantap pisang coklat, timbel komplit dan air jeruk panas. Untuk nyantap itu menu abis Rp26 ribu, wat berdua. Setelah perut dirasa nyaman, gw meluncur lagi ke tempat saykoji manggung di wisma karya.

Meskipun lagu yang gw tunggu-tunggu gak juga dinyanyiin, tapi cukup trehibu juga dengan So what gitu lho... gak Cuma itu si saykoji nyanyiin Kecoa Ngeost, Pengen Kurus, Jomblo, dan Anak Singkong.

Jam 22.00 Wib, konser bubar. Tapi saya udah cabut sebelum ribuan orang bubar, karena ogah terjebak macet. Abis itu, cuci kaki dan bobo deh,,,, 

 

Axis SeTan Ternyata Benar!

headline

beberapa bahaya sering pake HP:

- radiasi telinga

- kuping budek dan panas

- jadi orang cerewet

- ditinggalin temen (keasyikan telponan)

- gangguin istri-suami orang (alasanya salah sambung, tapi dilanjuti)

- kriminal (selamat anda mendapatkan hadiah sebesar...)

- dan BOBOL GAJI SEBULAN 

HARI YANG MALES

Hari ini sebenarnya males banget untuk ke luar rumah, cos badan gw masih serasa habis digebukin orang se RW, retak, ancur, lebur… kayak sepeda ontel yang udah karatan masih digenjot juga, leboih banyak bunyi kreot-kreotnya ketimbang jalannya…

Kadung ada sms masuk dari si ontohod, akhirnya motor smash yang baru kredit enam bulan ini gw genjot juga. Alamak gak pake helm, mau balik lagi tanggung gak balik lagi, di perempatan pujasera biasanya ada si baju coklat yang ngopi dan nyari mangsa…

Dan… syukurlah pas lewat sana, gak ada orang-orang itu. Perjalanan akhirnya lancar sampe wisma karya, wisma yang dijadiin tempat adu kecepatan degup nafas, dewa-dewi…

Duh, tiba gak mandi dulu, syaikoji yang katanya hadir di bmx competition itu ternyata belum dateng. alih-alih, gw nyari mangsa yang bakal di jadiin bentang sesuai syarat: cantik, punya hp, jomblo, diutamakan yang punya prestasi (kalo gak punya, yang penting tiga syarat itu terpenuhi, semuanya aman)….

BIDADARIKU NGAMBEK...

Jelang tidur, mengatupkan mata, merebahkan badan, melepaskan nafas panjang, merehatkan pikiran, tergelitik oleh SMS yang baru saja masuk, dari istri. Isinya: “Ampun deh yah kalo si dede dah ngambek, bunda ampe pegel  banget ngeladeninya…”

Hmmm… 

Lucu juga bacanya, tapi yang jelas aku jadi tambah kangen banget ama bidadari kecilku, pengen tahu ngambeknya si dede. Kata bundanya, ngambeknya dede kalo lagi tidur trus berisik, pasti matanya jelalatan terus…

Iiiihhh jadi pengen gendong dede niy…,

doain aja ayah de punya ongkos, biar ayah cepet pulang ke pondok areN, semoga saja honor dari OKEZONE cepet cair ya sayang, biar ayah cepet gendong dede

09 May 2008

NARSUM DIINTIMIDASI

sudah satu minggu lalu, saya berulang kali dapet sms dari nasrum. isinya, kalau dia sama keluarganya sudah dua hari ngungsi ke luar desa. alasanya, kepala desa kumpay marah-marah malah mengintimidasi nsarum, akibat warga miskin yang ada di kumpay terekspose di SINDO di halaman depan Jabar. si kepdes itu bilang, berita itu hanya mempermalukan desa saja....

setelah dibulak-balik, kesalahan bukan pada maslaah pemberitaan, tapi dampak dari berita itu, jutaan orang bisa tahu kalau di kumpay subang, ada yang kelaparan sampe makan singkong sebagai pengganti nasi. materi yang ada di berita juga bukan mengada-ngada, karena waktu turun ke lapangan ke warga yang ke laparan, bareng dengan reses wakil ketua dprd subang. dan faktanya ada.

waktu kita di sana, perangkat desa yang hadir cuma sie kesos kecamatan sama ketua RT, sementara si kades itu, meskipun berulang kali ditelpon ibu wakil ketua, masih ogah hadir....

padahal, nih padaha-nya, dari berita itu, kata si nasrum, warga yang sebelumnya jarang makan ansi, dapet bantuan puluhan ton dari donatir di indonesia...

btw, kenapa harus mengintimidasi dan marah-marah ama narsum, padahal dia sudah ngebantu program pemerintah melalui ekspose data...

kembali ke nasrum, belaga pahlawan, sms-sms itu aku jawab. "santai saja di tempat pernatauan, saya akan membantu dengan cara yang aku punya dan bisa. dan maslaah yang sedang dihadapi skr, bagi saya itu masih kecil dan jauh dari yang pernah saya alami. yakin Tuhan bersama kita..."

 

 

 

BADANKU REMUK

Batuk, pilek, dan pening belum juga selesai sempurna. tapi badan sudah seminggu lalu serasa ancur. pinggang sakitnya minta maaf, mesti saja membuat posisi ruku secara perlahan setiap kali mau bangun... sakit, sakit banget

tiga hari ini, tulang punggung ku sakit, sakit serasa di dededel-dedeel, kayak  kambing di hari iedul adha, rasanya ngilu bin nyeri...

hari ini, bos denny ngasih rekomendasi untuk libur, ganti libur minggu. malam hari, aku sempet kepikir untuk pergi ke jakarta atau ke majalengka, tapi pas bangung tidur pagi tadi, badan ini serasa remuk, sekujur badan ngilu, serasa ditusuk jarum...

rencananpun berubah, jadi mau ke eteh atau akang yang mahir mijat. tapi apa daya, orang-orang itu lagi banyak dapat clien...

alhasil, balik dengan pinggang sakit, tulang iga nyeri, buka internet....

 

 

 

07 May 2008

BERHARAP PILKADA BERSIH

22 Oktober lusa, kabuPaten Subang menggelar pemilihan kepala daerah, masih enam bulan lagi memang. Tapi suhu politiknya sudah mulai memanas. Gak cuma perang spanduk, stiker, di belakang itu adu strategi adu lobi, adu kekuatan, dan sejumlah adu lainnya pun memanas

Lagi-lagi rakyat jadi objek, dan sebagiannya bakal jadi korban politik, yang bisa dipakaikan kaos warna-warni. Sementara elit politik, berkoar dan berbusa, meyakinkan rakyat yang tidak seratus persen tahu tentang politik.

Kunjungan-kunjungan ke daerah sudah menjadi agenda wajib, gak sekedar setor muka, nyari pujian rakyatnya, nyari simpati sekaligus nyari empati rakyat, gak sedikit mereka membohongi sekaligus membododohi rakyat dengan pelajaran politik secara instant. Rakyat yang gak ngerti-ngerti juga, ya dikasih gocapan atau jigoan, biar otaknya cemerlang….

Dalam setiap kunjungannya, si elit politik sudah menyerupai nabi modern, dia sangat suci, dipuji, dihormati dan dihargai. Ketika rakyat sudah mulai tampak lugu dan bodoh, otak mereka dijejali racun dan busa yang kadung bau dan nyinyir , dengan puluhan kontrak politik bull shit, janji yang jauh api dari panggang…

Isi janjinyapun sudah ketebak, membuka lapangan kerja, mensejahterakan rakyat, menegakan supremasi hukum, memperbaiki jalan, harga minyak, beras, terigu telor murah…

Selesai itu, sang elit "ngajar" di desa lain dengan menggunakan mobil mengkilap, jas mahal sambil tebar senyuman kepada siapapun yang ditemui di jalan, sementara warga kembali ke sawah, dagang asongan, nyupir, ngamen, ngemis, mabok nyuri, ngerampok dan lain sebagainya…

Tapi, dalam sisa kepercayaan terhadap mekanisme dan elit politik yang teramat sedikit, saya masih berharap, pilkada nanti bersih, jujur adil, dan menjadi harapan baru sesungguhnya bagi warga "sisingaan" ini….

Semoga saja…