« SUMPAH KANGEN BANGET... | HomePage | MAAFIN AYAH, DEDE »

06.05.2008

AKHIRNYA DATANG JUGA…

Akhirnya datang juga, setelah setahun lalu dia hengkang dari “jabar” dan masuk ke “sore”… dia adalah, biasa gw sebut si akang berjiwa lembut…

Yups, sempat kaget juga, dua hari lalu dia nelpon gw, dan ini tiba-tiba dan mendadak. Waktu itu perbincangan gak ada kesan sama sekali, maklum gw lagi jadi orang sibuk, omongan dia cuma gw jawab iya dan iya terus iya saja…. Tapi setelah hp mati, gw jadi bingung, apa bener dia itu kang Wasis???

Pagi tadi, dia nelpon lagi, waktu gw di atas motor di jalan otista mau ke KPUD. Ini kebiasaan dia, nelpon kapan saja dan dimana saja, tapi bukan untuk nanya laporan, dia sekedar say hi, nanya kabar dan kesehatan.

Pak redaktur yang satu ini memang beda dengan lainnya. Kalo gw bikin pooling redaktur yang paling banyak nelpon di luar kerjaan, sudah dipastikan dia orangnya yang masuk peringkat pertama…

Nelpon seperti ini, dari pertama gw masuk di jabar, sampe dia hijrah ke sore, dan sekarang masuk ke jabar lagi. Dan jujur, gara-gara gaya dia ini, ngerasa dihargai jadi orang lapangan. Minimal dia tahu percis kondisi…

Yups, ketemu terakhir ama dia, tanggal 27 oktober lalu, pas pernikahan gw di Pondok Aren lalu. Bagi gw, kehadiran dia sangat special dan bikin gw ngerasa bersalah, kenapa harus ngundang dia. Masalahnya, dia dating ke resepsi nikah gw dengan baju basah kuyup, katanya sepanjang jalan dia mandi air huuan… kebayang perjuangannya utk dating, mana dia naik motor dan dari depok pula….

Kembali ke masalah nelpon, pagi tadi kita sempat komunikasi selama 20 menit. Seperti biasa obrolan ngalir begitu saja. Dan entah ada aura apa, kalo dia yg nelpon, gw begitu mudahnya ngobrol ngalor ngidul bahkan seputar “GW”. Si akang sempet nanya, bagaimana perkembangannya di SINDO, sudah punya status? Pertanyaan ini seharusnya gw jawab dengan hati-hati, karena orang yang nanya bias saja untuk menjebak, secara dia “awak” kebon sirih…

Tapi entahlah, terlanjur dan semuanya terlanjur, gw menceritakan semuanya, tentang status dan kesejahteraan, tidak hanya diri gw, tapi diri temen-temen lainya. Singkatnya, KITA MASIH SEPERTI YANG DULU, bertahan hidup dengan Rp1,5 jt perbulan….

Entah apa yang ada dipikiran dia, atau kegetiran apalagi yang dia rasakan, setelah mendengar kenyataan kami, si akang yang sebelumnya berambut gondrong itu, hanya menjawab, “bersabarlah jangan sampai melakukan hal-hal yang merugikan kita semua”…

Di luar itu semua, akhirnya dia dating juga….


12:41 Permalink | Comments (0) | Email this

Post a comment