« Tuli Tapi Gak Tuli | HomePage | Uli Auliani Pamer Dada »

24.06.2008

Three In One

Hari ini my wife berulang kali nelpon gw. Katanya, pagi ini dia lagi kampus UIN Syarif Hidayatullah, ama dede getsa. Dia lagi mencoba adu nasib semanget lagi ngurus skripsinya yang sempat tertunda karena masa kehamilan dan persalinan.

Dia ke Ciputat bukan untuk nyari referensi atau mau bikin skripsi. Tapi mau ngurus rekomendasi perbaikan skripsinya ke empat dosen yang susahnya minta ampun untuk ketemu. Setiap kali ngasih janji, setiap kali itu juga dia bilang sibuk. Herannya lagi, salah satu penyebab lambatnya wisuda karena bagian adminsitrasi yang ngurus jadwal wisuda gak pernah pasti dan jelas ngasih tau jadwal.

Alhasil, semanget terlanjur semnagte, istri gw nyari info ke temen-temennya yang jelas-jelas validitasnya masih dipertanyakan. Setelah telpon sana sini, akhirnya ada sedikit kepastian, kalau pendaftaran terakhi wisuda sampe hari Sabtu (28/6) besok, sedangkan wisudanya tanggal 19 Juli.

Hari tingal tiga hari lagi untuk nyari tandatangan dari penguji dan pembimbing waktu skripsi dulu, dia berharap sisa waktu itu, sang dosen bisa koperatif.

Istri: ayah besok bunda ama dede mau ke kampus untuk minta tandatngan ke dosen.

Gw: iya bunda, apa yang harus ayah lakuin.

Istri: maaf ayah, ayah jangan marah ya, ayah bisa transfer Rp250 gak, untuk jilid cover skripsi, bayar penaftaran dan ongkos mondar-mandir Ciputat-Pondok aren. (kebiasaan istri kalo udah ngeras sering minta duit, jadi diawali kata maaf kalau minta duit lagi)

Gw: Iya nanti ayah transfer jam 9 besok. Usahakan empat dosen itu dipastikan bisa, bilang aja kalo bunda mau pindah ke subang, udah punya anak balita, dan waktunya mepet. Mungnkin kita ekarangharus merubah cara, bukan lagi jadi pengemis tapi harus jadi polisi, tegas dan jelas…

Istri: Iya ayah, doain aja cepet selesai. Ayah selalu dukung bunda ya, bunda akan semangat kalo ayah selalu mensupport bunda.

Gw: iya bunda, tetap semangat ya…

Klik, komunikasi selesai. Apa yang ada di otak gw? Hmmm berarti munggu ini gw harus punya duit minimal Rp1 juta. Untuk biaya wisuda, transportasi, dan kondangan ke sepupu anah di wisma syahida ciputat, yang kebetulan di hari Sabtu dia nikah. Sementara gaji gw dari dua tahun lalu masih Rp1 juta, yang biasanya dipake untuk kontrakan, cicilan motor, pulsa dan warnet
Tuhan, Aku yakin, Engkau tidak pernah tidur dan lengah walau sedetikpun …

22:55 Permalink | Comments (0) | Email this

Post a comment