« 2008-06-30 | HomePage | 2008-07-03 »

02.07.2008

Kunci Ilang

aya-aya wae, password di akar2009@gmail.com lupa, lupa yang sebenar-benanrnya. tapi gw rasa bukan lupa, cuma ada yg ngerubah. 

jadi ceritanya, waktu sering mati lampu, waktu itu saya browsing di warnet di perum dolog subang. kebiasan saya, kalo selesai kirim, langsung closing monitor, gak pake sign out. jadi begitunya user browsing setelah saya, dia bisa membuka seenaknya gmail gw. abis itu dia iseng ganti pasword. 

karena gw rasa,kalo gw lupa, kayaknya gak masuk dengkul aja.secara pasword gw di akar2009@gmail.com itu gak jauh dari kata-kata selingkuh, poligami, maumendua, bercinta, dan lain-lain. jadi hmmm ya sutralah...

cuma masalahnya, selain di gmail itu banyak arsip,dokumentasi yang bagi gw penting banget, juga pasword bolg ini ada di sana, dan gw bener-bener gak ngingetin kode-nya. udah pastikan, begitunya saya ganti komputer, atau komputer diinstal pasti nol lagi. biasanya gw kalo browsing langsung buka aja, gak harus masukin pasword, karena udah remember.

 


Hari Yang Melelahkan

Akhir pekan kemarin dan awal pekan ini adalah hari-hari yang cukup melelahkan. nge-geber berita-berita yang sifatnya peistiwa (tkP) lumayan ngantri waktu itu, karena saking bingungnya ada beberapa yg gak tergarap. hari-hari itu saya milih ambil yg sifatnya besar, dan sesuatu yang beroimbas kepada hajat orang banyak. yups, demonstrasi massa.

massa yang meng-claim dari lintas lsm-ormas gelar aksi, targetannta dukung hak angket tentang dugaan penyelwengan pemindahan proyek jalan, dan penerimaan upah pungutan di eksekutif senilai puluhan milyar. waktu itu, di luar dan dalam gedung dprd cukup "panas". di depan gedung dprd massa menggelar aksi, sementara di dalam gedung, anggota dewan debat yes or no penggunaan hak angket. alhasil, rapat paripurna di skor sampe senin. 

menjelang senin malam, sejumlah strategis, baik dari massa pro dan kontra disusun. tidak hanya strategis efektif mendukung dan menolak, tapi sudah melebar kepada intimidasi terhdap profesi jurnalis. yups, saya dituding bertanggung jawab atas aksi-aksi massa yang mendukung hak angket, alasannya karena tulisan saya di SINDO hampir setiap hari ngupas usulan hak angket, dan akhirnya saya termasuk beberapa orang yang jadi TO.

keesokan harinya (senin), suhu politik di subang cukup panas. di area gedung dprd, sudah ratusan orang melakukan pendudukan dari massa pendukungeksekutif yang berseragam hitam-merah. sementara massa pro hak angket, yang awalnya gelar aksi di dprd, balik arah ke kejaksaaan, katanya untuk menghidnari chaos antar massa aksi.

dua massa aksi dari kelompok yg berbeda membawa jargon dan tuntutannya masing-masing,  massa di dprd mendukung atas kepemimpinan bupati saat ini. sementara massa di kejari minta penegak hukum menuntaskan smeua kasus dugaan korupsi di dprd, danminta kpk segera turun ke subang.

rapat paripurna kedua, hari senin, akhirnya gagal digelar, karena katanya mekanismenya sudah salah, karena dalam tatib, masa skor dalam paripurna tidak boleh lebih dari hari-satu malam (24 jam). sementara di kejari, aksi massa sempat terjadi bentrok antara demonstrans dan aparat.

kepentingan apa dan milik siapa, saya tidak mengerti, tapi sebagai jurnalis saya mencoba ada di sana, meskipun kerap dibayang-bayangi worry dengan kata-kata TO yang disandang ke saya. meskipun Tuhan masih berpihak ke saya, hingga sampai detik ini masih selamat. Thanks alot Tuhan.

lelah, dan khawatir, pasti itu. tapi bismillah, semua itu saya jalani, demi pembaca dan informasi refreentatif yang disuguhkan kepada pembaca. konmdisi ini membuat syaa dan anak-anak tv harus ngisi jeda utk molor di bawah pohon. 

lelah dan khawatir, itu sudha pasti. tapi gak sedikit sms daripemcaba yang masuk memberi support. Termasuk dari army cs, yang meminta saya menyingkir dari kota jika suasananya tidak memungkinkan. dia sms setelah saya infokan kondisi ril di lapangan. thanks kang, yang saya butuhkan support dan motivasi dari lo...