annas...

lagi sakit mata sebelah kanan...

Quotation

Dalam sunyi dalam gelap,
aku selalu menemukan airmata
Bulir-bulir air,
buah kerinduanku kepada-Mu
Kepada-Mu yang begitu mencintaiku
Dan bulir itu...
jatuh kembali malam ini
Malam ketika Kau percayakan nikmat-Mu,
untuk aku dan dia yang kucinta


Dalam sunyi dalam gelap,
aku selalu menemukan airmata
Bulir-bulir air,
buah kerinduanku kepada-Mu
Kepada-Mu yang begitu mencintaiku
Dan bulir itu...
jatuh kembali malam ini
Malam ketika Kau percayakan nikmat-Mu,
untuk aku dan dia yang kucinta
Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan...Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan...Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan...
Free Web Layouts

tamu annas


Apa Pendapatmu

LAPORKAN!!!

  • Ada indikasi korupsi di sekitar anda? Jangan diam saja, langsung laporkan disini. Kami akan sampaikan kepada pihak yang berkepentingan.
  • Kirim Laporan

Popular tags

  • pilkada subang
  • kabupaten subang
  • seksualitas
  • inspirasi
  • mudik lebaran
  • pilkada
  • curhat
  • ibrah
  • info
  • fenomena

Recent Posts

  • Sindrome Masa Lalu
  • Dari Demen Jadi Temen
  • Mimpi di Siang Bolong
  • Merubah Koq Mencaci
  • Horeee anak gue udah tujuh bulan…
  • Blog Penghina Nabi Muhammad
  • Harta Karun VOC Ditemukan di Subang
  • Tiaraaaaaaap.....
  • Bukan Pelangi Di Mataku
  • Hujan Turun, DKM Masjid Agung Pussingggg...

Recent comments

  • fayza on Horeee anak gue udah tujuh bulan…
  • andri hartono on Blog Penghina Nabi Muhammad
  • dahlia on Blog Penghina Nabi Muhammad
  • ursub on Awas Aksi Calo CPNS Subang
  • era on Awas Aksi Calo CPNS Subang
  • BalKalaTara on Serasa Terlahir Jadi ABG Lagi
  • urang subang nunuju ngumbara di bandung on Komunitas Blogger Subang
  • Urang subang nu nuju ngumbara di bandung on Komunitas Blogger Subang
  • Mr. Riouzy on Demi Nyokap, Kuserahkan Tubuhku Ke Om-Om
  • andri hartono on Menuju Kematian Amrozi Cs

Archives

  • 2008-11
  • 2008-10
  • 2008-09
  • 2008-08
  • 2008-07
  • 2008-06
  • 2008-05
  • 2008-04
  • 2008-03
  • 2008-02
  • All archives

Pojok Jakarte

  • Memotret sisi laen dari dialog anak jakarte. Ini tempat berkumpul para dialog absurd yang berseliweran di kota Jakarta.
  • Nyok Nguping Jakarte

Si Gondrong Sahaja

About Me
gw males banged mandi, tapi kalo liat makhluk Tuhan paling sexi, langsung ke kamar mandi...gw males banged mandi, tapi kalo liat makhluk Tuhan paling sexi, langsung ke kamar mandi...
Free Web Layouts

Quotation

Maria Sharapova, petenis Rusia:
Saya belajar banyak dari kekalahan. Dan kekalahan-kekalahan itu, membuat saya semakin tabah

Adam Smith, filsuf Skotlandia:
”Tragedi sesungguhnya dari orang-orang miskin adalah kemiskinan mereka akan aspirasi”

George Moore, filsuf Inggris:
Kenyataan dapat menghancurkan mimpi. Kenapa mimpi tidak bisa menghancurkan kenyataan?

Martin Luther King Jr, teolog AS:
“Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah seorang musuh menjadi kawan”

Ingrid Bergman, aktris Swedia:
“Sukses adalah mendapatkan apa yang Anda inginkan; kebahagiaan adalah keinginan yang Anda dapatkan”

Albert Einstein, fisikawan Jerman
”Kita tidak bisa memecahkan masalah dengan cara yang sama seperti saat kita membuat masalah itu”

Johann Wolfgang von Goethe, penyaair Jerman
”Apalah arti hidup saya jika tidak banyak memberi manfaat kepada orang lain.”
Hapus airmata itu. Kamu pasti tak menduga, kebahagian hanya sejengkal lagi menghampirimu. Hentikan tawa riang itu. Tak akan kamu kira, kematian sedang mengendap-endap siap menerjangmu. Sudahi amarah itu. Tanpa kamu sadari, dalam sekejab nikmat syukur datang merangkulmu erat. Jangan hamburkan waktumu itu. Tak tahukah kamu, sebentar lagi kesempatanmu habis tak bersisa. Tak perlu kamu tunggu lebih lama lagi. Karena waktu tak pernah menunggu. Tau-tau ia akan berhenti, tanpa satupun yang tau. Kala itu terjadi, habis perkara.
Free Web Layouts

November 2008

S M T W T F S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

maha cinta

  • Tercinta...
  • Tersayang...

bacaan annas

  • ANTARA
  • ELFATA
  • INILAH.COM
  • OKE ZONE
  • SEPUTAR INDONESIA
  • VIVAnews

awak sindo

  • army
  • berli zulkarnaen
  • Evi Panzaitan
  • Gin-Gin
  • irvan
  • Ismi M Azizi
  • iwan setiawan
  • komalasari
  • krisiandi sacawisastra
  • mushaful imam
  • raka zaipul
  • Tantan
  • tritus julan
  • Ugie Prasetyo
  • wisnoe
  • Yovan Adi Santika

Alumni 22 DN JKT

  • Alumni 22 DN JKT
  • dhiaulhaq
  • erwin qurs
  • indra rubiyanto
  • nailah asyegaf
  • nanang mubarok
  • nurul afifah
  • ree-ree
  • yankoer
  • zakki muttaqien

Sekolah

  • Darunnajah
  • SMKN 1 Subang

bloger subang

  • abudl latief
  • aditya kamaruzzaman
  • ai supartini
  • aliyudin
  • anda suhendar
  • arief
  • ayumi
  • bagus purwanto
  • be kindes
  • bisma
  • bos bloger subang
  • Brian Deryansyah
  • caisar muda
  • carsono
  • cat mutz
  • dian sri mulyani
  • emiel
  • fathar
  • haripitrajaya
  • haryanto
  • igun
  • imam hidayat
  • imoel
  • indri viergianti
  • kakasuminta
  • kakilima
  • karya dan inspirasinya
  • kosasih
  • lasmanawati
  • memory's abg
  • Mr. Riouzy
  • Nurafifah Azzikrillah
  • okirosgani
  • pendekar yo-yo
  • rifqi
  • rika prihantini
  • santi susanti
  • seni atussaadah
  • soemantri
  • tarjum
  • ujang
  • widaningsih
  • yoe
  • yohana
  • yudi

link annas

  • aben bin anton
  • agus majalengka
  • argunpunk
  • buya AAA bone
  • dahlia
  • dede abd
  • detha
  • dewi rika
  • elkindy-lbh OI
  • empiris
  • faradina
  • gagas media
  • gradien
  • hanungbramantyo
  • istribawel
  • Kang Arul
  • Lia
  • linda
  • pesanan
  • pritha mori
  • raditya dika
  • ragil duta
  • resita
  • tiara
  • vidya bandung
  • yankur tobelo
blog

« Alhamdulillah Ramadan Lagi | HomePage | Oh Nani... »

29.08.2008

Alhamdulillah Ramadan Lagi

 
SELALU muncul kegembiraan—hati serasa berbungabunga— setiap menjelang kehadiran bulan suci Ramadan. Tiba-tiba muncul bayangan dan kenangan suasana Ramadan yang lalu.

Meski sudah setahun lewat, rasanya Ramadan tahun lalu baru kemarin. Jarak waktu menjadi hilang ketika bentangan waktu antara dua Ramadan disambung dengan kegembiraan dan kenangan yang begitu indah, agung, dan anggun. Kini datang lagi Ramadan.

Rekaman dan kenangan indah muncul kembali,dan semua itu ingin diulang dan dirayakan dalam suasana hati yang damai. Memasuki Ramadan bagaikan melangkah menuju oase penyejuk dahaga dan tempat istirahat setelah terkurung dalam hiruk-pikuk dan keluh kesal melihat kehidupan sosial politik yang kurang menjanjikan bagi hari esok.

Memasuki Ramadan bagaikan menyelam dalam kolam perdamaian dan penyucian diri. Kita merasa antusias dan bangga menemukan kembali kefitrian dan jati diri yang senantiasa damba pada kebaikan, kebenaran, dan suasana intim dengan Tuhan Sang Pencipta.

Di luar Ramadan kita merasa tak berdaya menghadapi godaan dan gempuran bertubi-tubi kekuatan negatif yang merongrong bangunan kefitrian diri. Padahal, semestinya justru di luar Ramadan itu puasa sejati diuji, terutama puasa sosial. Menjalani puasa Ramadan terasa ringan karena banyak faktor yang mendukung.

Pertama, secara sosialpsikologis selama Ramadan lingkungannya turut membantu. Siapa yang tidak puasa dianggap menyimpang dalam kultur Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Dengan demikian, dorongan untuk tidak puasa terasa kecil.

Kedua, secara teologis puasa Ramadan diyakini sebagai kewajiban bagi seluruh umat Islam sehingga ada dorongan batin yang kuat sebagai bukti ketaatan pada perintah Allah.

Ketiga, Ramadan mendatangkan aura spiritual dan kedamaian dan itu hanya bisa diraih kalau seseorang partisipasi di dalamnya dengan menjalani puasa secara benar.

Keempat,semakin banyak penjelasan ilmiah seputar keutamaan berpuasa, baik secara medis maupun psikologis, sehingga seseorang menjalani puasa tidak semata demi melaksanakan perintah agama, melainkan ada alasan dan dorongan rasional.

Kelima, selama Ramadan ada peristiwa-peristiwa atau aktivitas yang sangat mengesankan, semisal betapa nikmatnya berbuka puasa bersama keluarga atau temanteman yang hal itu selalu ingin ditemukan kembali. Dalam situasi sosial-politik yang semakin panas, kebersamaan dan keintiman bersama keluarga dan sejawat dalam suasana religius akan terasa sangat indah dan mahal.

Keenam, yakin bahwa Allah membuka lebar-lebar pintu rahmat, pahala, dan ampunan dalam bulan Ramadan sehingga akan sangat merugi siapa yang tidak menjawab tawaran kebaikan Allah dengan jalan melaksanakan puasa dan memperbanyak amal saleh lain selama bulan suci ini.

Ketujuh, bulan Ramadan juga sering diposisikan dan dihayati sebagai bulan pesantren ilmiah-ruhaniah. Berbagai mimbar dialog agama bermunculan, baik di kantor, siaran radio, televisi, maupun media lain. Banyak kalangan eksekutif secara sadar dan terencana mendalami ilmu agama selama bulan ini sehingga mereka menamakannya sebagai semester pendek. Perhatikan saja beragam judul buku tentang keagamaan mudah ditemukan di toko buku bergengsi di seantero Tanah Air selama Ramadan. Anak-anak pun mengadakan pesantren kilat.

Kedelapan, suasana keakraban dan edukatif juga sangat kental dalam kehidupan keluarga. Orangtua memiliki kesempatan untuk melakukan pendidikan moralspiritual lebih efektif di bulan ini. Tetapi itu semua memerlukan pemahaman dan metode yang tepat bagi orangtua dalam menjelaskan dan memaknai hikmah puasa bagi anak-anaknya. Janganlah puasa berlalu tanpa disertasi upaya edukasi bagi anak-anak kita.

Kesembilan, kehadiran Ramadan, khususnya bagi generasi tua,selalu menimbulkan kesadaran akan terbatasnya usia dan minimnya tabungan amal kebajikan. Sangat berbeda dengan peristiwa tahun baru yang hanya semalam, tonggak-tonggak perjalanan hidup seorang muslim ditandai oleh lorong waktu selama sebulan lalu ditutup dengan Idul Fitri. Tonggak ini terasa begitu dalam menghunjam sampai sanubari sehingga bulan Ramadan juga mendorong seseorang untuk introspeksi, lebih melihat ke dalam diri (inner journey), bukannya terpaku pada dunia luar yang bersifat materifisikal.

Demikianlah, masih banyak aspek-aspek emosional-spiritual Ramadan yang kehadirannya selalu menyergap dan membangunkan kesadaran batin serta menginterupsi hegemoni rutinitas fisik, lalu kita diajak memasuki ruang batin yang tak bertepi yang menawarkan keutamaan seribu bulan. Bagi mereka yang masa kanakkanaknya dihabiskan di kampung, Ramadan selalu mengingatkan kembali suasana desa sewaktu anak-anak dulu.

Sebuah kehidupan sosial keagamaan yang damai dan jika malam hari anak-anak turut memeriahkan suasana masjid dan musala. Di desa, masjid menjadi pusat berkumpulnya anakanak untuk bermain sambil menunggu datangnya magrib. Masjid bukan saja tempat salat dan mengaji, melainkan juga tempat bersosialisasi dengan teman sebaya.

Di masjid, anak-anak itu bertukar cerita seputar dunia mereka. Dan semua rekaman dan kenangan itu muncul dalam kesadaran batin ketika Ramadan tiba. Alhamdulillah, Ramadan sudah di ambang pintu, menyapa dan memeluk kita semua.Kita bertemu kembali dengan tamu agung yang membawa berkah ilahi. Selamat datang Ramadan. Semoga kami bisa menyiapkan hati, pikiran, dan fisik untuk menerima piala keutamaan seribu bulan yang engkau usung dari langit suci.(*)

KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah

10:15 Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: ramadan

Post a comment

 
Reporting an illicit content | Legal notice about this blog