« 2008-09 | HomePage | 2008-09 »

04.09.2008

Indahnya Bersamamu...

Berkumpul bersama keluarga di bulan Ramadhan, baik saat menjelang buka, setelah buka, atau saat sahur memberikan nuansa dan kesegaran batin tersendiri. Segar, karena ada saja hal-hal yang membuat kita menjadi senang bahkan tertawa terbahak-bahak karena ulah salah seorang anggota keluarga kita.

Puasa tahun ini ada kali pertama buka dan sahur di tengah-tengah keluarga. Karena hamper 13 tahun, rutinistas di bulana Ramadan seperti itu saya hanya sendiri, atau sama kawan-kawan.

Ramadan tahun ini dipastikan Ramadan paling berkesan dan membahagiakan pada artian materialistic. Setiap kali jelang maghrib, buka puasa dan sahur selalu saja ada istri, ada anak semata wayang yang baru berumur 5 bulan kurang 17 hari.

Bahagianya memang buka dan sahur bersama keluarga, terlebih bagi saya yang baru mneginjak usia pernikahan satu tahun. Istri yang tidak neko-neko dan nerimo, anak semata wayang, getsa allyesa azra yang semakin hari semakin menggemaskan, menjadi penentraman hidup.

Setiap jam 17.00 wib, saya selalu berusaha tidak melibatkan diri pada computer menjalankan tuntutan profesi. Satu jam menjelang magrib itu, saya manfaatkan mengajak anak istri keliling kota subang. selain menunggu bedug maghrib, tentu saja sambil beli bahan buka dan sahur. Karena istri terlalu berat untuk disibukan dengan masalah dapur.

Ketika bedug maghrib tiba, kami membuka bungkusan nasi, lauk-pauk, dan makanan takjil lainnya. syukur alhamdulilah dede getsa yang biasanya rewel,. Setiap maghrib dia sibuk dengan acara televise, bukan mataerinya yang dilihat tapi warna dan gambar yang ada di tv.

Begitu lezatnya dan indahnya buka puasa bersama keluarga. Untuk memnebus itu, saya selalu berusaha untuk mulai membuat naskah berita lebih awal, atau sekitarham 14.00 wib sudah mengetik. Asumsinya untuk tiga berita itu bisa selesai paling lama jam 16.30 wib. Kecuali ada moment besardan penting.

Aggghhhh, inikah kebahagian yang diberikan Tuhan pada saat Ramadan bagi hambanya yang sudah berkeluarga. Ya sudah lah Tuhan, segala puji bagi-Mu, jangan segera akhiri kebahagaiaan ini, karena aku mencintai mereka, demi mencinta-Mu …

 

Ada anak bertanya pada bapaknya…

Cerita seputar Ramadhan dan yang bertanya juga masih Nisaa (N), tapi kali ini dia benar-benar bertanya pada bapaknya (P).

Pertanyaan ini dilontarkannya tadi pagi, saat menunggu sholat shubuh berjamaah selesai shalat sunnat qabliyah shubuh/sunat fajar.

N :   Pah… emang Rasulullah bilang, klo bulan puasa itu setan-setan pada diiketin ya…?

P :   (hanya menganggukkan kepala, sambil terus ngederes Al-Qur’an, balapan sama mamahnya anak-anak, he he he)

N :   Tapi kok….?

P :   (mulai menengok, penasaran karena yakin ada sesuatu yang kontradiktif dalam benaknya mengenai maklumat yang mungkin baru dia dapat).

N :   Tapi kok kemarin waktu Nisaa sholat taraweh di masjid SIC, ……

P :   Kenapa…? (semakin penasaran)

N :   Iya…Nisaa kan sholatnya satu baris sama mamah, tapi agak jauh….

P :   Terus…? (di dalam benak kepala mencoba memvisualisasikan cerita itu….)

N :   Mamah bilang: “kemari…dekatan dekat dan rapat, karena kalo renggang nanti ada setan lewat”.

P :   He eh….(mengiyakan pernyataan mamahnya).

N :   Lho… kan setan-setan diiket, gimana dong dia lewatnya…?

P :   (bingung jawabnya….) ya…. setan-setan memang diikat…………………….. (terputus…..karena nggak ketemu cari jawaban yang pas……langsung ambil inisiatif, qomat, sholat subuh….)