« 2008-09 | HomePage
| 2008-11 »
31.10.2008
Klimaks
Kampretttt Semua Lo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kalian bangsat,, pelacur2,, para pnghianat,, saya sudah cukup lelah terus menerus "onani",,,
08:51 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: iblis
Tak Ada Alasan Menolak UU Pornografi
Pengunjuk rasa pendukung disahkannya RUU Pornografi membentangkan spanduk besar di pagar DPR RI. (PERSDA/BIAN HARNANSA)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta mengatakan, tidak ada alasan untuk menolak UU Pornografi yang baru saja disahkan oleh DPR, karena sudah banyak korban terutama dari kalangan perempuan dan anak-anak akibat pornografi tersebut.
"Undang-undang ini untuk melindungi bangsa dari dampak pornografi. Jadi tidak ada alasan untuk menolak. Saya tidak tahu apa alasan mereka menolak karena seharusnya dengan fakta kasus yang ada, sudah cukup menggugah untuk membuat UU ini," katanya usai penutupan Rakornas Kesejahteraan dan Perlindungan Anak di Bogor, Jabar, Kamis (30/10).
Meutia menyampaikan hal tersebut menanggapi penolakan beberapa daerah seperti Bali dan Sulawesi Utara atas pengesahan UU Pornografi karena dinilai mengancam NKRI. Ia menjamin bahwa UU tersebut tidak akan menimbulkan disintegrasi, tidak merugikan masyarakat dan menghormati kebhinekaan. "Jadi sesuatu yang sudah menjadi adat istiadat setempat tidak termasuk dalam UU ini," katanya.
UU yang ada saat ini, lanjut dia, belum cukup untuk menampung masalah pornografi. UU Pornografi khususnya mengatur tentang produksi, distribusi dan konsumsi material pornografi.
Meutia mengungkapkan, saat ini Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam hal kemudahan akses pornografi. "Sebelumnya kita peringkat ke tujuh, kemudian naik lagi menjadi peringkat lima. Apakah kita harus menunggu hingga masuk peringkat satu," katanya.
Pornografi, katanya, merupakan kejahatan terbesar kedua setelah narkoba. "Akibat mengakses materi pornografi, seseorang bisa melakukan kejahatan atau juga terobsesi sehingga tidak bisa memikirkan hal-hal positif untuk masa depannya," demikian Meutia Hatta. (sumber: kompas.com)
08:08 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: fenomena, pornograi
29.10.2008
Syekh Puji-Ulfa, Aya-aya Wae


Syekh Puji-Ulfa (sumber: net)
Satu lagi pernikahan kontroversial!!
Sebelumnya, pernikahan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang menikahi istri keudanya mendapat respon dan hujatan dari seluruh penjuru nusantara. Pernikahan Aa Gym yang kedua dianggap serakah, dan dinilai tidak akan bisa berbuat adil. Atas resaksi masyarakat "penghujat" itu, membuat karir Aa Gym, Ustadz enterimen ini menghilang dari peredaran....
Pernikahan kontroversial yang kedua adalah pernikahan Pujiono Cahyo Widianto atau Sykeh Puji dengan ABG berusai 12 tahun. Syekh Puji mendapat hujatan ruar biasa. Bahkan orang-oang yang berkepentingan langsung membuka kitab undang-undang untuk menjegal pernikahan kedua Syekh Puji.
Banyak tudingan miris dialamatkan ke Kiyai berjenggot lagi dermawan itu, lebih mirisnya lagi Syekh Puji dituduh punya kelainan seks, alias doyang anak bau kencur...
Sebagai orang desa, yang jauh dari peradaban metropolitan, saya hanya bisa mengerutkan dahi reaksi masyarakat yang dialamatkan ke dia. Pernikahan Kiyai Kharismatik Aa Gym dan Syekh Puji yang memiliki kekayaan lebih itu jadi pembahasan nasional, di tengah-tengah ketidak pastian ekonomi, hukum dan politik bangsa.
Apa yang salah pada dua orang itu? Bukan kah pernikahan merupakan ikatan suci yang legalkan oleh negara, apalagi agama. Dan bukan kah dua orang itu tidak melakukan pemerkosaan dan perzinahan.
Apa yang salah pada diri kita? yang menikah secara sah dihujat. Tapi ribuan orang yang menikah di luar pernikahan, perselingkuhan nihil reaksi. ABG berbuat mesum, pelajar bercinta, pejabat selingkuh, dan sejumlah fenomena perzinahan lainnya.
Sekali lagi, karena saya orang desa yang berfikir ndeso dan jadul, kalau betul pernikahan dua orang itu salah dan menyalahi aturan, kenapa dua orang itu pula yang kena getahnya. Bukan kah pernikahan keduanya sudah dilegalkan KUA sebagai kepanjangan tangan negara dan dibuktikan dengan surat nikah?
Kalao betul keduanya salah, kenapa juga KUA mensahkan dan mengeluarkan surat nikah?
ah entahlah, gue aje kali yang sok tahu soal itu. yaaaahhh "Seandainya Syekh Puji adalah Saya..."
08:47 Permalink | Comments (1) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: fenomena, kabupaten subang, curhat
28.10.2008
KBS: Kampanyekan Melek Internet
Anak muda di Kabupaten Subang ternyata punya komunitas di dunia maya juga. Komunitas yang diberinama Komunitas Blogger Subang (KBS) ini mengakomodir mereka yang kerap menulis di blog atau disebut blogger. Komunitas ini rupanya juga punya tujuan mengampanyekan agar anak muda Subang melek internet.
Berbagai hal tentang Komunitas Blogger Subang ini bisa diakses di http://www.bloggersubang.org. Menurut Penggagas KBS Hade, pada awalnya, dasar pemikiran pemikiran pembuatan KBS adalah karena kebutuhan akan teknologi yang saat ini sudah meningkat pesat. Bahkan, blog saat ini sudah menjadi kebutuhan sosial bagi para penggunanya. “Saat ini artis, politisi juga banyak kalangan sudah menggunakan blog sebagai media komunikasi mereka. ini artinya blog kan sudah dipandang penting,” ujar Hadi kepada SINDO kemarin.
Selain itu, jelas Hade, pembentukkan KBS ini diharapkan menjembatani para pengguna tekhnologi khususnya dalam bidang internet untuk bisa saling berbagi informasi dan sebagai sarana pendidikan bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Subang. “Kami juga mengampanyekan agar kita saat ini siapapun itu melek internet,” katanya.
Ide pembentukkan KBS sendiri, sambung Hade, sudah terfikirkan sejak kurang lebih bulan bulan yang lalu, dengan mempelajari mekanisme dan siklus para pengguna blog diseluruh nusantara. Karena komunitas blogger bermunculan dimana-mana, maka dia berpikir para blogger Kabupaten Subang pun harus memiliki wadah bertukar pikiran dan informasi mengenai perkembangan dunia maya itu.
Hade mengaku, saat ini, KBS memang belum memiliki tempat khusus untuk dijadikan sebagai markas KBS di Subang. Sebab, KBS masih dalam tahap proses sosialisasi dan promosi tentang blog diwilayah kabupaten Subang. Anggotanya sendiri, imbuhnya, masih diadopsi dari para blogger Subang yang menyuarakan dukungannya pada kotak pesan dan link di www.bloggersubang.org dan kemudian akan didukung oleh para blogger baru yang telah mengenal situs KBS ini. “Ya sudah ada puluhan blogger yang memang tertarik untuk membuat KBS lebih serius,” tandasnya.
Hade menjelaskan, kegiatan KBS selama ini masih berkutat menyusun jadwal khusus untuk pelaksanaan kegiatan pilihan KBS yang mungkin akan disesuaikan dengan kalender even Kabupaten Subang, seperti halnya hari Ulang Tahun Kota Subang, hari Pendidikan dan even-even keagamaan seperti bulan Ramadhan dan kegiatan amal bakti sosial untuk masyarakat Subang. “Kegiatan pastinya ya nge-blog, tapi itu kan dilakukan secara personal,” ujarnya.
Anggota KBS lainnya, Oki Rosgani yang juga merupakan pengajar di SMK Bina Putera Subang mengakui respon generasi muda terhadap blog sudah lumayan baik, terlebih ketika di sekolahnya ada akses internet gratis. Namun, teknis penulisan dan pemilihan materi di blog menurutnya tetap masih harus diarahkan. “Antusiasme anak muda sudah cukup baik. Paling nanti kita bisa berbagi mengenai hal-hal apa yang memang baik untuk dipublikasikan di blog,” kata pemilik blog http://rosgani.edublogs.org ini.
Untuk mengembangkan potensi yang ada, dia menambahkan agar kedepannya KBS bisa banyak mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kreatifitas anak muda di bidang internet. “Saya kira nanti di Subang perlu diadakan seminar atau pengenalan tentang blog agar pelajar dan masyarakat bisa lebih peka terhadap lingkungan dan bisa menjadi komunitas citizen journalism. Sekarang kan sudah waktunya kita juga berpartisipasi mendokumentasikan peristiwa yang ada di sekitar,” pungkasnya. (Sumber: SINDO)
naskah ini pernah terbit di halaman 21 rubrik komunitas koran SEPUTAR INDONESIA (SINDO)
18:09 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: kabupaten subang, kbs
Popularitas Artis Takluk di Pilkada Subang
Menjadi artis belum jaminan bisa mendulang suara banyak. Buktinya, popularitas artis sinetron Primus Yustisio yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati Subang dikalahkan oleh bupati incumbent, Eep Hidayat.
Berdasarkan data perhitungan cepat melalui SMS dari PPK ke KPUD Subang, total perolehan suara yang sudah masuk sebanyak 767.036 suara. Dengan rincian pasangan Eep Hidayat-Ojang Sohandi memperoleh 262,825 suara (34,27) disusul Imas Aryumningsih-Primus Yustisio 252,573 (32,94%), Bambang Heryanto-Alma Lucyati 20,290%, dan Kusbini-Sri Ernanto Kukuh 14,550 suara (1,90%).
Sementara pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen yakni Ahamd Djuanda-Nandang Sudrajat mengoleksi 43,195 (5,63%) suara dan pasangan Diding Kurniawan-Hasyim sebanyak 33,514 suara atau 4,37%. Sementara suara yang tidak sah sebanyak 19.033, dan pemilih yang tidak hadir sebanyak 270.929 orang dari total daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada sebanyak 1.059.615 jiwa.
Menurut Anggota KPUD Subang Cecep Syaiful Hudaya, dengan perolehan suara sementara itu, peluang Eep Hidayat untuk kembali memimpin Subang terbuka lebar dibandingkan Primus Yustisio. Pasalnya menurut Cecep penghitungan perolehan suara saat ini sudah masuk semi finishing.
"Jika dilihat dari hasil sementara, pasangan calon nomor urut 1 berpeluang memimpin kembali Kabupaten Subang. Kalaupun ada perubahan, jumlahnya kecil," kata Cecep di Gedung KPUD Jalan Mayjen Soetoyo Subang, Senin (27/10/2008).
Tahapan penghitungan suara saat ini memasuki tahapan rapat pleno terbuka tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dihadiri oleh PPS, KPPS dan saksi dari masing-masing pasangan calon. Hasil rapat itu selanjutnya diserahkan ke KPUD.
"Insya Allah antara hari Rabu atau Kamis perolehan suara terakhir sudah diketahui melalui rapat pleno terbuka," kata Cecep.
09:31 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: pilkada subang, perolehan suara pilkada
27.10.2008
Balad Uing Menang
Horeeeee, balad uing menang. gile cing setelah periode yang lalu sepupu gue maju jadi wakil bupati majalengka, periode ini orang tetangga sebelah, Sutrisno yang berpasangan sama Karna Sobari (Suka) menang telak. berarti orang nomor satu di majalengka masih batur salembur.. mudah-mudahan jalan di daerah gue cepet dibetulin, kalo kagak hayuu kita turun jalan...
Mang Ino, biasa orang manggil dia, yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan PKPI ini unggul dengan raihan suara 31,01 %. sedangkan saingan terdekat pasangan Abah Encang-M Iqbal (Baiq) meraih 16,79%.
Ketua Desk Pilkada Suharso kepada wartawan di Majalengka, Minggu malam mengatakan, Suka meraih 191.840 suara atau 31,01%, Suhardja-Ateng Sutisna MBA (Sahate) meraih 96.114 (15.54%), Uu Saepudini-Abun Bunyamin (Uu-Abun) 28.486 suara (4,60 %), Yunus Sanusi- Dedi Supriadi (Hayu Hade) 98.981 suara (16,00%).
Kalo Tio Indra Setiadi-Ending Suhendi (Hate) 59.834 (9,67%), Abah Encang-M Iqbal (Baiq) 103.890 suara (16,79%) dan Eman Sulaeman-Fuad Abdul Azid (Mamfu) 39.476 (6,38%).
"Jika pasangan Suka tetap mempertahankan raihan di atas 30%, Pilkada Majalengka hanya satu putaran karena ada pasangan yang meraih di atas 30%," katanya.
Sementara itu, hasil perhitungan cepat Partai Keadilan Sejehtera (PKS) hingga pukul 15.00, menunjukkan, pasangan Suka meraih 34% suara, pasangan SahAte yang diusung PPP, PKB, PBR, PBB, PKPB, dan Partai Pelopor, yang bernomor urut 2, meraih 11,90%.
Kemudian, duet independen bernomor pilih 3, Uu Saepudin-Abun Bunyamin, meraih 5,07%, pasangan Hayu Hade, yang diusung PAN dan PKS, dan bernomor pilih 4 memperoleh 14,03%, pasangan Hate yang bernomor urut 5 memperoleh suara 10,37%.
18:31 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: pilkada majalengka, pilkada
Hari Sumpah Pemuda
“Berbangsa satu, bangsa Indonesia,
Bertanah air satu, tanah air Indonesia,
Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”
Wah, sampe sekarang gue belum pernah bersumpah pemuda, dan gak apal pula (kalo yang di atas dapet copy paste, lho, serius). Nah lho… ya boro-boro untuk memaknai isi sumpah pemuda itu, apal aja kagak
Tapi kalo di rasa-rasa, untuk baris yang satu dan kedua, kayaknya gue udah jalanin dah. Secara gue mau pindah kemana, boro-boro buat ngurus ke luar negeri ato beli vissa ato apalah namanya, buat beli rokok, bayar internet, makan keluarga aja, kadang-kadang ngutang tetangga he he he….
Kalo yang ketiga, suer deh, gue gak bisa banget.banget-banget cing gak bisanya. Secara sekarang gue di Subang, ya mau gak mau bahasa gue harus (belajar) bahasa sunda. Sementara kalo pulang Jakarta ke rumah mertua yang kebetulan di daerah pondok aren, pake basanya udah basa betawi gitu, ya mau begimana lagi lha orang sono ngomongnya begitu, gak lucu kan kalo gue pake sunda...
nah lho, kalo begitu,terus yang basa indonesia-nya yang mana? nah ntu dia, gue aja gak ngerti. Mungkin bukan gue aja yang begini, gue yakin lo juga sama kan? Ngaku deh, emang lo udah pake basa indoensia dengan baik dan benar menurut EYD…
Kalau begitu, jadi upacara sumpah pemuda setiap 28 Oktober itu cuma ceremonial doang ya, karena takut gak dianggep pemuda atau takut diusir dari Indonesia?... tapi setahu gue, mentok-mentoknya hari sumpah pemuda diisi ama lomba panjat pinang atau pukul bantal. padahal pemuda juga bisa kali klao diadain lomba kreatitvitas laennya, selain dua loma itu...
Ahhh entahlah, semoga cuma karena gue yang gak ngerti tentang sumpah pemuda aja.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!!!
15:44 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: fenomena, kabupaten subang
Eep Kembali Pimpin Subang?
Bupati Incumbent, Eep Hidayat diprediksi akan kembali memimpin Kabupaten Subang pada periode 2008-2013 mendatang. Hal ini tampak dari terus bertambahnya perolehan suara calon dari PDIP itu.
Berdasarkan data quick count via SMS di KPUD Subang hingga pukul 22.00 WIB Minggu (26/10) kemarin, dari total perolehan suara yang sudah masuk ke KPUD sebanyak 746.302 suara, menempatkan calon bupati incumbent sebagai pasangan calon dengan suara terbanyak yakni 254.657 suara di 30 Kecamatan.
Sementara di urutan kedua ditempati pasangan Imas Aryumningsih-Primus Yustisio dengan 246.937, suara, disusul Kusbini-Sri Ernanto Kukuh 13.744 suara, dan Bambang Heryanto-Alma Lucyati 155.800. Sedangkan pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen yakni Ahamd Djuanda-Nandang Sudrajat 41,931, dan Diding Kurniawan-Hasyim sebanyak 33,233.
Dengan hasil perolehan jumlah suara calon bupati incumbent ini, Sekretaris DPC PDIP Subang, Atin Supriyatin pihaknya oftimsitis Eep kembali memimpin Kabupaten Subang pada lima tahun mendatang, dengan peroelhan suara sebesar 34%. Dia juga oftimistis pelaksanaan Pilkada Subang tanpa harus melalui putaran kedua, yang kerap dirumorkan selama ini.
"Melihat hasil sementara kami yakin mang Eep kembali memimpin Kabupaten Subang tanpa harus melalui putaran kedua," kata Atin yang tampak khusyuk memantau gerak perolehan suara di KPUD Subang. Kendati demikian, lanjut Atin, pihaknya enggan mendahului hasil keputusan akhir KPUD.
Pada pilkada Kabupaten Subang ini terdapat 2.449 TPS dan data pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.059.615 yang tersebar di 30 Kecamatan.
07:55 Permalink | Comments (1) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: pilkada subang, perolehan suara pilkada
26.10.2008
Dahsyat, Incumbent Berkibar di Jabar
Hasil perolehan suara di enam Kabupaten/Kota di Jawa barat yang menggelar Pilkada secara serempak pada hari Minggu (26/10) ini masih dikuasai oleh calon incumbent. Setidaknya dari enam daerah, Subang, Majalengka, Cirebon, Garut, Ciamis, dan Banjar, empat diantaranya peroelhan suara sementara dikuasai calon incumbent.
Di Kabupaten Subang misalnya, bupati incumbent Eep Hidayat sudah mengantongi 254.657. Sementara di Banjar pasangan Herman-Dimyati yang merupakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar terdahulu meraih 36.623 suara (93,5 persen).
Di Ciamis, pasangan Engkon-Iing yang didukung Partai Golkar, PAN, PKB, PBB mendapat 255.676 (22,18 persen) suara. Gak kalah hasil peroelhan sementara di CIrebon, pasangan
Dedi Supardi-Ason Sukasa (DESA) mengungguli pasangan Djakaria Machmud-Arif Natadiningrat (DAMAR) dan Sonjaya-Abdul Hayyi (SAH), dengan mendulang suara sebanyak 456.962 (50.61 persen
Hebatnya lagi yang dari enam kabupaten/kota yang gelar Pilkada, empat kabupaten/kota dikauasi oleh PDIP, seperti Subang,CIrebon, Banjar dan Majalengka Sutrisno-Karna Sobari dengan suara 32.592 suara.
Hebat bukan????
22:05 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: pilkada subang, peroelhan suara pilkada
24.10.2008
Coblos Tengah-tengae
Hari Minggu, 26 Oktober 2008 besok, sebanyak 1.059.615 warga Kabupaten Subang dipastikan menggelar hajatan lima sekali pesta demokrasi, memilih calon bupati-wakil bupati baru periode 2008-2013.
Inilah babak baru sekaligus sejarah baru bagi sekitar 1,5 juta penduduk Subang. Mereka akan menentukan dan memilih pemimpinnya serta nasib kabupaten Subang di lima tahun ke depan secara langsung. Salah pilihan, berarti konyol. Jadi gunakan hati nurani lo pada saat masuk TPS nanti…
Warga subang yang di luar Subang, jangan berkecil hati tidak akan mengetahui secara langsung hasil perolehan suara. Meskipun lo pada ada di luar negeri sekalipun, lo bisa pantaun perolehan suara sementara.
Karena orang KPUD berjanji bakal menyiapkan perangkat perhitungan cepat (quick count) untuk mempermudah masyarakat memperoleh hasil perhitungan sementara pada coblosan 26 Oktober nanti.
Gak cuma itu, hasil perhitungan suara rencananya diakses langsung melalui website KPUD Subang. nah ini dia websitenya, www.kpud-subangkab.go.id. Sekalian promosi, ente juga bisa klik okezone.com untuk melihat informasi proses Pilkada Subang. Karena, secara akurat dan tepat dilaporkan langsung dari lapangan he he he….
Pesan gue, biar hiudp kita gak konol, pake lah otak bukan pake dengkul, pake hati nurani bukan dengan isi amplop, sebelum lo nyoblos calon bupati nanti…
20:32 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: pilkada subang




