« Harta Karun VOC Ditemukan di Subang | HomePage | Blog Penghina Nabi Muhammad »
19.11.2008
Harta Karun VOC Ditemukan di Subang

JAKARTA (SINDO) – Kelompok nelayan Muara Angke,Jakarta Utara, menyatakan telah menemukan harta yang diduga peninggalan VOC di perairan Blanakan, Subang,Jawa Barat.
Benda-benda tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika enam nelayan sedang mencari kerang mutiara di perairan Belanakan. Bendabenda temuan tersebut saat ini masih berada perairan.Sementara 8 koin telah diangkat ke permukaan dan 4 di antaranya diserahkan ke Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda-Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT).
”Sementara empat lainnya dipegang penemunya sebagai barang bukti,” ungkap Ketua Kelompok Nelayan Muara Angke, Taryono, di Jakarta,kemarin. Penemuan bermula saat Wacas, 40, sedang menyelam untuk menangkap kerang mutiara pada kedalaman 15 meter. Dia melihat tiga buah meriam berada dekat karang yang mirip sebuah kapal.
”Di bawah meriam itu ada tumpukan koin dalam jumlah yang cukup banyak,sebagian ada yang di luar peti dan ada yang di dalam,”ujarnya. Selain itu,terdapat keramik dan potongan besi yang diduga berasal dari kapal.Pada mata uang kuno tersebut tertulis masing-masing tahun 1700- an dan 1800-an dan tanda perusahaan VOC. Sekadar mengilas balik, Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC didirikan pada 20 Maret 1602.
VOC adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Di Indonesia, VOC memiliki sebutan populer ”kompeni”. Istilah ini diambil dari kata compagnie, yang ada dalam nama kepanjangan perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda. Atas penemuan tersebut, Taryono berharap pemerintah memberikan perhatian kepada penemu benda bersejarah.
Rencananya dia dan anggotanya akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengangkat benda berharga tersebut ke daratan. Sementara itu, informasi yang berkembang di masyarakat Subang, kapal peninggalan zaman kolonial yang ditemukan para nelayan tersebut memuat berpeti-peti emas dan uang.
Namun, Kepala Seksi Museum dan Kepurbakalaan Dinas Budaya, Pariwisata, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Subang Moch Khadar menyatakan belum mendapat informasi soal penemuan kapal tersebut. ”Kita belum mendapat informasi dan belum melihatnya secara jelas,”kata Khadar di Subang kemarin.
Menurut Khadar, penemuan kapal di perairan Subang terakhir terjadi pada 1999. Kapal tersebut berisi keramik Dinasti Sung. Pada tahun yang sama, kapal itu diangkat secara legal oleh PT Lautanmas Bahari Persada Comex yang melibatkan Departemen Kelautan dan Perikanan. Komandan TNI AL Blanakan Sersan Mayor Musolin juga mengaku belum mengetahui adanya penemuan kapal kuno di perairan Subang. (isfari hikmat/annas nashrullah)
07:19 Posted in Berita | Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: penemuan harta karun, voc, perairan subang
Trackbacks
The URL to Trackback this post is: http://anas-nkh.blogspirit.com/trackback/1667115



