« Dari Demen Jadi Temen | HomePage | Sindrome Masa Lalu »
22.11.2008
Mimpi di Siang Bolong
Terakhir ini gue lagi pengen kumpul terus ama keluarga, pemicunya siy anak gue yang udah mulai "bandel" meski baru tujuh bulan. nonton tv, makan, dan santai bareng keluarga adalah kelezatan termahal dalam berkeluarga. dan gue harus dapetin itu.
Kalau sudah begini, biasanya istri ngajkak "mimpi" bareng, yang dimulai andai saja, jikalau dan seumpamanya dan sebarek kata pertama impian. ah terlalu semput untuk ditulisakan di sini semua mimpi-mimpi itu. meski awalnya menggebu-gebu, tetep saja istri mengakhiri kalimat "Dari mimpi, kita melangkah yah...". "Doakan ayah bisa mewujudkan itu," jawab gue sambil nerawang langit ketujuh...
hmmm impian itu baru tersadarkan setelah tangis anak gue pecah, dengan cara merangkak perlahan dia nyaris masuk ke kolong meja tv, untuk ngambi kabel listrik yang lagi on. gak tahu koq anak gue jadi demen banget ama kabel-kabel begituan, padhaal gue bukan anak tekhnik...
ah dasar anak gue yang baru belajar merangkak, tahu betul oratunya lagi ngayal, dia langsung aja ngingetin, mungkin kalo dia bisa ngomong dia mau bilang, "yang pasti pada saat ini dan ke depan, adalah bagaiamna membuatku timbuh besar dan sehat,"
ah, doakan saja kami nak, semoga tidak hanya bermimpi....
Dan kamu juga bisa bermimpi nak, mungkin kamu mau jadi artis dagndut seperti tante liza natalia misalnya, atau dian sastro wardoyo?
11:59 Posted in Nyalira | Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: curhat, mimpi basah
Trackbacks
The URL to Trackback this post is: http://anas-nkh.blogspirit.com/trackback/1668841



