28.10.2008

Popularitas Artis Takluk di Pilkada Subang

Menjadi artis belum jaminan bisa mendulang suara banyak. Buktinya, popularitas artis sinetron Primus Yustisio yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati Subang dikalahkan oleh bupati incumbent, Eep Hidayat.

Berdasarkan data perhitungan cepat melalui SMS dari PPK ke KPUD Subang, total perolehan suara yang sudah masuk sebanyak 767.036 suara. Dengan rincian pasangan Eep Hidayat-Ojang Sohandi memperoleh 262,825 suara (34,27) disusul Imas Aryumningsih-Primus Yustisio 252,573 (32,94%), Bambang Heryanto-Alma Lucyati 20,290%, dan Kusbini-Sri Ernanto Kukuh 14,550 suara (1,90%).

Sementara pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen yakni Ahamd Djuanda-Nandang Sudrajat mengoleksi 43,195 (5,63%) suara dan pasangan Diding Kurniawan-Hasyim sebanyak 33,514 suara atau 4,37%. Sementara suara yang tidak sah sebanyak 19.033, dan pemilih yang tidak hadir sebanyak 270.929 orang dari total daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada sebanyak 1.059.615 jiwa.

Menurut Anggota KPUD Subang Cecep Syaiful Hudaya, dengan perolehan suara sementara itu, peluang Eep Hidayat untuk kembali memimpin Subang terbuka lebar dibandingkan Primus Yustisio. Pasalnya menurut Cecep penghitungan perolehan suara saat ini sudah masuk semi finishing.

"Jika dilihat dari hasil sementara, pasangan calon nomor urut 1 berpeluang memimpin kembali Kabupaten Subang. Kalaupun ada perubahan, jumlahnya kecil," kata Cecep di Gedung KPUD Jalan Mayjen Soetoyo Subang, Senin (27/10/2008).

Tahapan penghitungan suara saat ini memasuki tahapan rapat pleno terbuka tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dihadiri oleh PPS, KPPS dan saksi dari masing-masing pasangan calon. Hasil rapat itu selanjutnya diserahkan ke KPUD.

"Insya Allah antara hari Rabu atau Kamis perolehan suara terakhir sudah diketahui melalui rapat pleno terbuka," kata Cecep.

27.10.2008

Eep Kembali Pimpin Subang?

Bupati Incumbent, Eep Hidayat diprediksi akan kembali memimpin Kabupaten Subang pada periode 2008-2013 mendatang. Hal ini tampak dari terus bertambahnya perolehan suara calon dari PDIP itu.

Berdasarkan data quick count via SMS di KPUD Subang hingga pukul 22.00 WIB Minggu (26/10) kemarin, dari total perolehan suara yang sudah masuk ke KPUD sebanyak 746.302 suara, menempatkan calon bupati incumbent sebagai pasangan calon dengan suara terbanyak yakni 254.657 suara di 30 Kecamatan.

Sementara di urutan kedua ditempati pasangan Imas Aryumningsih-Primus Yustisio dengan 246.937, suara, disusul Kusbini-Sri Ernanto Kukuh 13.744 suara, dan Bambang Heryanto-Alma Lucyati 155.800. Sedangkan pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen yakni Ahamd Djuanda-Nandang Sudrajat 41,931, dan Diding Kurniawan-Hasyim sebanyak 33,233.

Dengan hasil perolehan jumlah suara calon bupati incumbent ini, Sekretaris DPC PDIP Subang, Atin Supriyatin pihaknya oftimsitis Eep kembali memimpin Kabupaten Subang pada lima tahun mendatang, dengan peroelhan suara sebesar 34%. Dia juga oftimistis pelaksanaan Pilkada Subang tanpa harus melalui putaran kedua, yang kerap dirumorkan selama ini.

"Melihat hasil sementara kami yakin mang Eep kembali memimpin Kabupaten Subang tanpa harus melalui putaran kedua," kata Atin yang tampak khusyuk memantau gerak perolehan suara di KPUD Subang. Kendati demikian, lanjut Atin, pihaknya enggan mendahului hasil keputusan akhir KPUD.

Pada pilkada Kabupaten Subang ini terdapat 2.449 TPS dan data pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.059.615 yang tersebar di 30 Kecamatan.

 

26.10.2008

Dahsyat, Incumbent Berkibar di Jabar

Hasil perolehan suara di enam Kabupaten/Kota di Jawa barat yang menggelar Pilkada secara serempak pada hari Minggu (26/10) ini masih dikuasai oleh calon incumbent. Setidaknya dari enam daerah, Subang, Majalengka, Cirebon, Garut, Ciamis, dan Banjar, empat diantaranya peroelhan suara sementara dikuasai calon incumbent.

Di Kabupaten Subang misalnya, bupati incumbent Eep Hidayat sudah mengantongi 254.657. Sementara di Banjar pasangan Herman-Dimyati yang merupakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar terdahulu meraih 36.623 suara (93,5 persen).

Di Ciamis, pasangan Engkon-Iing yang didukung Partai Golkar, PAN, PKB, PBB mendapat 255.676 (22,18 persen) suara. Gak kalah hasil peroelhan sementara di CIrebon, pasangan

Dedi Supardi-Ason Sukasa (DESA) mengungguli pasangan Djakaria Machmud-Arif Natadiningrat (DAMAR) dan Sonjaya-Abdul Hayyi (SAH), dengan mendulang suara sebanyak 456.962 (50.61 persen

Hebatnya lagi yang dari enam kabupaten/kota yang gelar Pilkada, empat kabupaten/kota dikauasi oleh PDIP, seperti Subang,CIrebon, Banjar dan Majalengka Sutrisno-Karna Sobari dengan suara 32.592 suara.

Hebat bukan????

24.10.2008

Coblos Tengah-tengae

 

Hari Minggu, 26 Oktober 2008 besok, sebanyak 1.059.615 warga Kabupaten Subang dipastikan menggelar hajatan lima sekali pesta demokrasi, memilih calon bupati-wakil bupati baru periode 2008-2013.

Inilah babak baru sekaligus sejarah baru bagi sekitar 1,5 juta penduduk Subang. Mereka akan menentukan dan memilih pemimpinnya serta nasib kabupaten Subang di lima tahun ke depan secara langsung. Salah pilihan, berarti konyol. Jadi gunakan hati nurani lo pada saat masuk TPS nanti…

Warga subang yang di luar Subang, jangan berkecil hati tidak akan mengetahui secara langsung hasil perolehan suara. Meskipun lo pada ada di luar negeri sekalipun, lo bisa pantaun perolehan suara sementara.

Karena orang KPUD berjanji bakal menyiapkan perangkat perhitungan cepat (quick count) untuk mempermudah masyarakat memperoleh hasil perhitungan sementara pada coblosan 26 Oktober nanti.

Gak cuma itu, hasil perhitungan suara rencananya diakses langsung melalui website KPUD Subang. nah ini dia websitenya, www.kpud-subangkab.go.id. Sekalian promosi, ente juga bisa klik okezone.com untuk melihat informasi proses Pilkada Subang. Karena, secara akurat dan tepat dilaporkan langsung dari lapangan he he he….

Pesan gue, biar hiudp kita gak konol, pake lah otak bukan pake dengkul, pake hati nurani bukan dengan isi amplop, sebelum lo nyoblos calon bupati nanti…

22.10.2008

Debat atau Rumpi Kandidat...

Wekekekekkkkk.... 10 menit setelah siaran langsung program debat kandidat calon bupati subang di TVRI Bandung, gue yang di rumah dapet puluhan sms berisi curhatan tentang curhatan eh rumpi eh debat pasangan calon bupati subang.

isi semua sms itu lebih banyak pada hujatan pelaksanaan program debat, ada yang bilang pertanyaan panelisnya garing (atau udah di setting ya), debat cabup subang = rumpi ibu-ibu pkk, dan yang lebih parah lagi, semua jawaban cabup kabur, bias dan tidak mendasar. yang super parahnya lagi, banyak jawaban yang tidak menjawab pertanyaan..idih malu-maluinn....

"ah ini cuma ngambur-ngamburin duit negara doang,",

substansi dari tujuan debat kandidat sendiri dirasakan masih jauh dari tujuan idealis, biar masyarakt bisa tahu sepintar dan secerdas dan sekualitas apa calon pemimpin mereka, tenyata tidak tercapai.

karena tidak ada pertanyaan atau jawaban yang "megang banget", sms bilang semuanya ngawur, dan ancur. bahkan ada kabar dari bandung, kalo karim, salah seorang panelis mengaku kecewa berat dengan jawaban si calon....

kalo begini adanya, bagaimana rakyat bisa memilih calon bupatinya dengan kriteria cerdas

tapi endak apalah, apapun penilaian masyarakat subang, yang jelas program debat sudah dijalankan, nampang di televisi 90 menit sudah dijalankan. jadi kalo soal kualitas itu mah nomor sekian....

21.10.2008

Saatnya Nurani Bicara

uat yang belum tahu calon bupati subang yang bakal bersaing rebutan suara tanggal 26 oktober besok, nih gue kasih tahu. pelototin tuh wajahnya, kira2 siapa yang pantes jadi bupati??

sekedar info aja, pilkada subang menurut gue, pilkada gado-gado. maksudnya ada yang udah pengalaman jadi bupati, kaum birokrat, pengusaha-artis, guru, tokoh agama dan pengadil. jadi latar belakang calon bupatinya sudah menjawab semua komunitas, jadi lengkap bukan??? tapi yang jelas, lo salah ngasih pilihan, lo juga yang bakal rugi selama lima taun ke depan. gak percaya buktiin aje deh....

1

Eep Hidayat-Ojang Sohandi

(PDIP)

-----------

2

Imas Aryumnimningsih-Primus Yustisio

(Golkar, PAN, Demokrat, PKPI)

-----------

3

Kusbini-Sri Ernanto Kukuh

(PKB, PKPB, PNI Marhaenisme, PDK, PSI, PBSD, PBR, PPNUI)

-----------

4

Bambang Heryanto-Alma Lucyati

(PKS-PPP)

-----------

5

Ahmad Djuanda-Nandang Sudrajat

(Jalur Independen)

-----------

6

Diding Kurniawan-Hasyim

(Jalur Independen)

-----------

 

 

Goodbye Janji Bullshit

Akhirnya usai sudah masa-masa melelahkan, kampanye pilkada subang sudah berakhir hari ini. Tapi belum sepenuhnya beres, karena tanggal 26 oktober besok, adalah hari H pencoblosan.

Kampanye hari terakhir, ditutup ama pasangan bambang heryanto-alma lucyati (BagUs) di lapangan dolog. kalau dilihat dengan kasat mata gue, massa peserta kampanye terbesar adalah pasangan ini. Lapangan dolog, betul-betul penuh dalam artian sebenanrnya.

Kampanye BagUS ada Marisa haque, dan beberapa elit partai PKS dan PPP dari pusat. Rhoma yang digembor-gemborin mau datang, ternyata hanya issue. Ya iyalah orang dianya aja lagi kampanye dangdut di amrik.

Gue sendiri sempat mengalami kesusahan untuk merangsek ke panggung utama. Oya sempet ada insiden kecil, pas gue mau manjat panggung utama. Tim pengamanan PKS yang jaga panggung sok sangar. Dia sempet ngelarang gue naik, katanya panggung penuh.

Karena profesi gue ngerasa terancam, maksudnya kalo gak di panggung bakalan gak dapet moment indah, akhirnya gue sempet ngancam untuk boycott liputan, sambil nyuruh tuh orang ngasih tahu ke bos PKS.

Untung di samping dia, ada kader PKS yang sudah kenal gue, dan gue kenal dia secara fisik, kalo nama sabodo teuing, teu apal. Dia langsung nyuruh gue naek…

Kembali ke masalah kampanye, yups terhitung besok sampe tanggal 26 gue sedikit punya waktu banyak untuk rutinitas gue “onani”. Hemmm berarti kenikmatan sesaat itu akan gue nikmati lebih lama lagi…. Anggap saja ngadem sebelum hari pencoblosan.

Kampanye emang udah selesai, tapi bukan berarti masalah udah selesai. Sebenanrnya masalah ini hamper setiap bulan terjadi, tapi bulan ini gue ngerasa banget dengan masalah itu. gue belum setor kredit motor smash, Rp475 plus denda 12 hari cing…….

 

13.10.2008

Pilkada Subang Yang Dodol…

kampanye primus yustisio (1).JPG
Kampanye perdana Calon Wakil Bupati Subang, Primus Yustisio didampingi presenter Ramzy "Langsung Beken" di Subang, Jabar, kemarin.

Hehehehe… Capek!!! Lo tau nggak kenape??? Beberapa hari belakangan ini ni, gue lagi sibuk mondar-mandir-modar nguber orang-orang yang punya ambisi jadi bupati subang. dari selatan Subang lari lagi ke utara Subang, habis itu ngibrit ke tengah Subang. Dan ini baru mulai, belum seberapa, gile aje cing sampe tanggal 22 oktober nanti, puncaknya tanggal 26 oktober pas hari pencoblosan.

Bisa seharian gue ada di jalanan, pacaran ma debu-debu mobil biadab itu. Bersetubuh dengan peluh. Dan “onani” di ruang komputer yang pengap, tapi akhirnya menghasilkan karya lembaran Koran, yeaahhhh. Saking asyiknya “onani” sambil bikin laporan ternyata perut gue ikut laperan.

Kadang gue mikir, koq gw bisa-bisanya muter-muterin dan ngekor di pantat bapak-bapak dan ibu-ibu terhormat itu, cuma jadi corong air liur dan busa mereka doang. Tapi untung otak negative dan keluhan itu keburu bubar, setelah klik di okezone.com, hasil jerih payah gw nangkring, dan banyak respon dari masyarakat.

Yups tidak ada yang disalahkan dengan kesibukan gue akhir-akhir ini. Mungkin kalo mau jujur, yang salah dalam hal ini adalah ambisi gue, yang ngebet banget manjain pembaca. Ambisi untuk ngasih yang terbaik buat mereka, yang udah nikmatin hasil karya gue. Gak ada pujian sama sekali memang dari mereka, tapi ada kepuasan bathin…

Tapi kadang nyeri juga, ketika hasil karya di lembaran Koran halaman 20 cuma muncul beberapa saja, itupun dalam porsi yang terbatas. Ya sebenarnya wajar juga, karena lahannya memang cuma satu halaman untuk enam kabupaten. Tapi tetep saja yang namanya otak, gw berusaha ngusulin untuk tambah halaman pilkada, biar beritanya lebih fariativ dan kapasitasnya lebih banyak…

Alasan gue bukan karena ke-egoan gue, tapi di pasaran, saat ini info pilkada yang lagi diburu, karena emang betul di kabupaten subang lagi musimnya, nah kalo cuma satu-dua berita, apalagi dengan porsi kecil, lembaran Koran gue bisa-bisa kalah di pasaran….

ya secara, orang laen untuk ngejar pilkada maen kroyokan, gila aje mereka bisa nurunin antara tiga sampe orang. lha sementara gue, cuma gue sendiri. tapi sebenernya siy, kalo masalah personil mah gak ada masalah, gue juga bisa seharu dapet lima naskah, ya cumannya lahannya cuma satu halaman, jadi banyak yang kebuang.

btw, thanks buat inohong yang di sana, yang gak pernah bosen bimbing dan didik gue

10.10.2008

Artis Ramaikan Kampanye Pilkada Subang

Wednesday, 08 October 2008

SUBANG (SINDO) – Juru kampanye (jurkam) nasional siap turun gunung untuk meramaikan kampanye terbuka pasangan calon bupati-wakil bupati Subang. Sejumlah pucuk pimpinan partai politik dan artis akan hadir pada kampanye pekan kedua.

Kehadiran jurkam nasional diyakini bisa mendulang suara pada hari H pencoblosan, 26 Oktober. Informasi yang dihimpun, pasangan Eep Hidayat-Ojang Sohandi bakal menghadirkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kader PDIP seperti Rieke Diah Pitaloka dan Edo Kondologit.Pasangan Kusbini-Sri Ernanto Kukuh menghadirkan Wakil Sekretaris DPP PKB Ahmad Faishal Zaini dan artis kontes dangdut TPI Gita KDI.

Sementara, Bambang Heryanto- Alma Lucyati mendatangkan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Ketua Umum DPP PPP Bachtiar Chamsyah. Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya menuturkan, pada kampanye akbar pasangan Eep Hidayat-Ojang Sohandi 20 Oktober, pihaknya akan menghadirkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

”Insya Allah, pada kampanye akbar kami akan hadirkan artis dari PDIP dan saya berharap Ibu Megawati bisa hadir. Insya Allah, pada saat yang sama beliau juga akan hadir di Kabupaten Cirebon,” ujarnya saat halalbihalal PDIP di Kantor DPC PDIP, Jalan KS Tubun, Kabupaten Subang, kemarin.

Pernyataan Rudi diperkuat oleh cabup Eep Hidayat. Eep menegaskan, selain Megawati, juga akan diundang Taufik Kiemas pada kampanye putaran terakhir. Kendati demikian, bisa atau tidaknya pucuk pimpinan PDIP itu hadir, tergantung keduanya. ”Kami akan undang Ibu Megawati dengan Bapak Taufik, tapi semuanya tergantung kesiapan DPP,” katanya.

Menurut Aam,ajudan Imas Aryumningsih, selain pasangan Eep-Ojang, pasangan nomor urut dua ini juga akan menghadirkan elite politik dari partai Golkar maupun PAN. Namun, pihak Imas-Primus masih merahasiakan nama jurkam nasional yang akan meramaikan kampanye akbar. Pasangan Kusbini-Sri Ernanto Kukuh yang diusung oleh PKB, PKPB, dan partai nonparlemen akan menghadirkan Wakil Sekretaris DPP PKB Ahmad Faishal Zaini dan artis kontes dangdut TPI, Gita KDI. Keduanya dipastikan hadir di Subang pada kampanye perdana 12 Oktober.

Tidak mau kalah dengan pasangan lain, pasangan nomor urut empat Bambang Heryanto- Alma Lucyati (BagUs) akan memboyong sejumlah jurkam nasional. Menurut Ketua Tim Pemenangan BagUs, Ade Sugiyanto, Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Ketua Umum DPP PPP Bachtiar Chamsyah diagendakan hadir dalam kampanye putaran akhir pada 21 Oktober. ”Kami sedang bicarakan untuk mengundang mereka.Semoga saja Bapak Tifatul dan Bachtiar bisa hadir,” katanya.

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan, Media dan Informasi DidingKurniawan- Hasyim, Yuyun Sutrisna, menyatakan tidak akan terjebak dan latah menghadirkan artis ibu kota.

Sebaliknya, kehadiran public figure itu tidak ada kaitannya dengan program perubahan di Kabupaten Subang. ”Kami tidak akan menghadirkan siapa pun yang tidak ada kaitannya dengan program perubahan di sini. Kami justru akan datang kepada konstituen dalam kampanye simpatik nanti,” ungkapnya. (seputar-indonesia.com)

Visi-Misi Cabup Subang Masih Standar

penyampaiain missi-viis cabup subang.JPG

SUBANG (SINDO) – Pemaparan visi-misi para pasangan calon bupti-wakil bupati Kabupaten Subang kemarin dinilai masih standar.

Umumnya, program yang disampaikan pasangan calon dalam sidang paripurna istimewa DPRD hanya janji belaka dan belum berpihak kepada kepentingan rakyat. Misalnya, di Kabupaten Subang, enam pasangan calon yang bertarung pada pilkada 26 Oktober berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan profesionalisme PNS, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan serta lingkungan hidup.

Umbar janji ini dinilai belum mencerminkan program yang jelas untuk memimpin Kabupaten Subang pada periode 2008-2013. Selama pelaksanaan visimisi berlangsung, puluhan aparat dari Polres Subang menjaga ketat setiap sudut gedung DPRD untuk antisipasi aksi anarkistis dari pendukung pasangan calon.

Pengamat politik dan pemerintahan Perhimpunan Pendidikan Untuk Semua (Perpus) Kabupaten Subang Otong Rosyadi menyatakan, secara umum visi-misi masih lemah dan belum mencerminkan sikap responsif karakter pemimpin.

”Menyimak visi-misi yang disajikan pasangan calon, ada tiga kesan yang ditangkap, yakni sangat biasa (standar), tidak terbaharukan (up to date), dan jauh dari hadirnya good governance,” ujar Otong,kemarin.

Menurut dia, visi-misi tidak memerhatikan perkembangan terbaru seperti isu krisis keuangan global,rusaknya lingkungan, kenaikan anggaran pendidikan (nasional) dan ketahanan moral warga.Seharusnya,pasangan calon memiliki sense of crisis terhadap isu aktual ini.

All the posts