09.11.2008
Pelajar ML, Kagak Nahan Cing....
Wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wooooooooooooooooooooooooooooooooooow....................
Gila, sumpah bener-bener gila, kagak nyangka gue. Sehari setelah posting di blog dengan subjek “Pendidikan Mesum di Sekolah” di daerah Bima, rupa-rupanya kemarinnya lagi (Jum’at, 7/11) di kabupaten subang ada aksi yang sama ama yang di Bima, duo sajoli pelajar SM*N ketauan lagi mesum di kelasnya…
Gile gak siy, sekelas kota kecil (kalo kagak mau dibilang daerah) macem Subang, udah dirasukin virus seks bebas. Ya jujur aja siy, sebenarnya bukan kale ini doang gue denger aksi mesum pelajar itu, karena sebelumnya juga sering banget denger yang begituan…
Malah katanya tiga sejoli pelajar SMP juga pernah ketangkep basah lagi mesum di gedung tua warisan penjajah, sebelumnya lagi ada siswa yang dikeluarin gara-gara yang ntu tadi…
Weleh-weleh… edannya lagi niy, gue dapet info juga, pas taun berapa tuh, gue lupa, malah ada sejoli guru yang digerebek warga gara-gara beduaan di kamar di luar pernikahan…
Nah yang kasus terakhir ini, gue sempet emosi juga dengernya. Tapi eit-eit tunggu dulu, wah jangan suudzon dulu, bukan karena gue ngiri karena gue keduluan ama tuh cowok “beruntung” atau gak dapet jatah dari cewek "berugi" itu…
Tapi ini murni karena gua kaget aje, gile aje kemarin gue posting ttg free sex di dunia pelajar di daerah lain, eh skr gua dapet info aksi begituan terjadi di kabupaten subang, di daerah gue cing, tempat gue bikin mosting ttg free seks yang kemarin itu…
Ah sumpah, kalo lo ada di posisi gue, lo gak bakal percaya karena... ah kacau banget, seks pelajar bener-bener merajalela. Jadi begini ceritanya cing. Kemarin gue liputan di salah satu moment partai, bareng temen gue. Nah ntu bocah nanya ke gue.
“lo dapet info hot gak, ini bener-bener hot Nas?”
“Nah lho, info apa tuh boy?” gile gue penasraan banget, takut amrozy dimakamin di Subang, itu kan berita bagus.
“Ada anak SM*N ML di lantai dua sekolahnya?”
“ah jangan canda deh lho, mustahil boy. dan kalo bener, itu garapan gue boy. Yang bener lo ah kalo ngomong,”
Nah dari situ dia kemudian nerangin. Semalem dia dapet sms dari informan sekaligus saksi aktivitas indehiy itu. si informan bilang, kalo hari jmumat sore ada aksi ML ama ntuh pelajar pas sekolah udah sepi di lantai dua gedung sekolahnya.
Dia sendiri (si informan) tahu aktivitas ABG (anak bau gigolo) itu pas lagi nongkrong bareng temen-temenya di gedung kampus dia di lantai dua. Pas liat ke arah sebelah, dia kaget ada aktivitas yang janggal.
Liat pemandngan itu dia langsung mengcroscek ke SM*N itu, kebetulan ada masih Satpam, akhirnya “penangkapan” dilakukain rame-rame. Dan apa yang terjadi??...
Keduanya dalam keadaan telanjang bulat, sebulat-bulatnya telanjang. Tanpa bermaksud mendahului atau berfikiran naïf, tapi kira-kira apa yang mereka lakuin. Berduaan cewek-cowok, sekolah sepi dan keduanya dalam keadaan telanjang???
Kesimpulannya, jadi bener Sex itu bagian dari pergaulan, atau Love Is ML????
18:10 Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: seksualitas, mesum, pelajar ngesek, kabupaten subang
31.07.2008
Jajanan Pinggir Jalanan
Kehidupan malam termasuk seks bebas tak hanya di kota besar, namun juga terjadi secara agresif di daerah. Bahkan, hampir setiap malam, lokasi-lokasi tertentu yang menjadi titik wisata lendir selalu padat oleh pengunjung.
Subang adalah salah satu kota yang rentan terhadap cap ‘pelacuran’. Bukan rahasia jika dunia prostitusi begitu lengket di beberapa daerah Subang. Harumnya pun sudah menyebar ke kota-kota lain.
Oleh sebagian orang, stempel “pelacuran” di Subang dianggap susah untuk diberantas. Alasannya, di tengok dari filosofis nama Subang berasal dari gabungan dua unsure kata, yakni Susu dan Lubang.
Menelusuri kawasan prostitusi terselubung di Subang bakal membuat mata terbelalak takjub. Betapa tidak, 30 kecamatan yang ada di kota nanas ini terindikasi memilikinya. Beberapa di antaranya di kecamatan Pagaden, Cipeundeuy Cipunegara, Cimacan, Compreng, dan Subang. Luar biasanya, di Pagaden dan Cipunegara, lokasi prostitusi terselubung ini justru adalah rumah-rumah penduduk. Bahkan di daerah Cipeundeuy, rumor yang bereda, bisnis terselubung itu sudha dilegalkan oleh orang tuanya.
Seperti pedesaaan pada umumnya, kawasan prostitusi tak bakal tercium. Namun, dari para tukang ojek yang mangkal, barulah terungkap bahwa rumah-rumah penduduk itulah arena prostitusinya. Biasanya, pengojek mengantarkan para pendatang yang membutuhkan jasa wanita penghibur, langsung kerumah yang bersangkutan.
Wangi aroma ‘pelacuran’ rumahan di Subang ternyata sudah disadari oleh warganya sendiri. Namun, praktek kotor itu seolah sudah menjadi budaya dan kebiasaan. Gilanya lagi, aksi penjualan anak perempuan dibawah 20 tahun pun kerap terjadi dengan sepengetahuan keluarga, termasuk orang tua.
Mengencani para wanita pun tak terlalu sulit. Pasalnya, warga umumnya tahu mana pendatang yang membutuhkan kesenangan sesaat itu. Di desa Saradan, Pagaden, Subang, terdapat beberapa rumah warga yang berfungsi ganda sebagai tempat prostitusi terselubung. Wanita penghibur yang disediakan, tak lain adalah tetangga, saudara atau bahkan anak mereka sendiri.
Pada umumnya, perempuan muda didesa ini enggan untuk dibawa berkencan diluar rumah. Mereka beralasan, khawatir terkena razia dan merasa tidak nyaman dengan tempat-tempat asing. Tidak seperti PSK pada umumnya, perempuan muda yang menjajakan diri didesa ini tidak terlalu mematok waktu ketika diajak berkencan. Mereka juga tidak keberatan ditanyai mengenai kehidupan pribadinya.
Warga tampaknya tidak ambil pusing dengan praktek prostitusi yang berlangsung diwilayah tempat tinggalnya. Bahkan, kesan yang tertangkap justru mereka bangga didatangi oleh pendatang yang berasal dari kota, khususnya kota Jakarta. Kendati harus membayar minuman yang disuguhkan, para pendatang mendapat perlakuan yang sangat ramah, layaknya tamu istimewa.
Penindakan praktek prostitusi yang berpraktek dirumah, sampai saat ini belum maksimal. Aparat setempat baru menindak sebatas teguran belaka. Pasalnya, aksi yang sepertinya sudah mengakar tersebut, sulit benar-benar diberantas tanpa peran serta warga desa itu sendiri.
Sejauh ini, praktek prostitusi yang berlangsung di daerah ini tampak berlangsung lancar. Belum ada tindakan tegas, berupa larangan atau razia seperti yang terjadi di hotel-hotel atau tempat prostitusi terselubung lain.
Kebanyakan, warga yang mempraktekan aksi prostitusi terselubung, sebetulnya tidak benar-benar terdesak oleh faktor ekonomi. Mereka rata-rata saling beradu gengsi dengan para tetangga yang sama-sama punya usaha terlarang itu. Gengsi seolah terangkat ketika kedatangan tamu yang memesan perempuan muda dari mereka.
Warga sendiri tidak tahu pasti sejak kapan praktek prostitusi terselubung di kawasan ini berlangsung. Menurut warga setempat, I’in, kampung ini marak menjadi tempat prostitusi terselubung sejak tahun 1970-an dan berlangsung hingga sekarang.
Pendatang yang biasa memesan pekerja seks di kampung ini pun mengaku merasa aman ketika melaksanakan aksi bejatnya itu. Tidak terbersit kekhawatiran akan adanya razia yang dilakukan aparat keamanan.
Ajang prostitusi terselubung rupanya sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dilakukan di tengah-tengah pemukiman warga seperti didesa Saradan, Kecamatan Pagaden Subang, Jawa Barat ini, tentu sulit untuk diberantas. Pasalnya, sulit untuk membedakan mana mempraktekan kegiatan ilegal dan mana yang tidak.
Terakhir ini bisnis esek-esek terselubung tidak hanya di daerah pedesaan, tapi sudah masuk wilayah perkotaan. modusnyapun hampir sama. hanya saja di daerah perkotaan, tempat eksekusi "barang haram" itu sedikit elit, di hotel-hotel atau di kamr kost setelah dispekatai harganya.
Dalam kasus seperti ini, selain adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, peran serta dan kesadaran masyarakat sendiri, tentu sangat diharapkan. Sehingga, aksi ilegal itu tidak terus berlanjut.
13:05 Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: seksualitas
30.07.2008
Jangan Salahkan Aku Menghamilimu
Sadis juga subjek di atas, tapi mungkin demikian adanya. Gw Cuma berharap lo jangan salahin gw kalo gw sampe menghamilimu….
Subjek itu bukan karena gw yang hyper sex, atau istri udah gak bisa melayani nafsu gw, bukan juga istri udah gak bikin gw gairah. Tapi karena gw manusia normal yang masih punya nafsu dan birahi sex kepada kaum hawa, apalagi yang masih bau kencur…
Subjek ini awalnya begini, waktu itu sekitar jam 16.30 Wib hari sabtu (sore minggu) gw nongkrong di bundaran Wisma Karya (WK) Subang, ini kali pertama gw nongkrong di sore hari, biasannya gw nongkrong malam hari di kafe bandrek pojok timur-selatan WK. Sore itu sambil ngopi dan ngobrol ngalor ngidul, gw ama temen yang sempet dikejar-kejar preman biadab malam kamerin, nikmati senja yang cerah.
Suasana Subang tampak cantik sore itu, suasananya indah, matahari yang setengah ternggelam nambah suasana jadi menyenangkan. Sementara di jalanan banyak semut aspal hilir mudik. Kebanyakan dari mereka pakai motor dan berjenis kelamin wanita.
Pada awalnya gw cuek dan tidak ambil pusing ketika ngeliat dua cewek melintas dengan celana super pendek di atas paha di bawah bokong (gak ada kata yang lebih sopan untuk ngegambarin pendeknya celana cewek), atau celana itu cuma sekedar nutupin kegadisannya saja, yang bikin manusia normal mabuk kepayang.
Tidak cukup jari gw untuk ngitung berapa banyak ABG yang melintas dengan busana seperti itu. Setelah dilakukan pengamatan serampangan, jumlah cewek yang pake celana 90 persen telanjang itu ato yang pake celana 50 meter di atas lutut itu ternyata gak cuma mereka yang punya paras cantik, body aduhai dan kulit putih bersih. Tapi gak sedikit mereka yang modal pas-pasan, alias tampang ngeselin, body maksain, dan warna kulit setengah abu-abu (hitam dicampur bedakputih), singkatnya hanya modal berani pamer paha doing.
Namanya juga laki-laki, normal pula, apalagi udah lebih 3 bulan gw libur menggauli istri pasca-persalinan. Jadi wajar saja sempet terlintas pikirian jorok, menikmati barang di balik celana, dan membedah apa sebenarnya yang ada dalam celana itu. Pengen tahu aja, adakah beda rasanya antara yang hitam dan putih.
Otak jorok gw, akhirnya spontan mulut gw ngomong “Jangan Salahkan Aku Menghamilimu”.
Inikah trend anak muda, atau bentuk keberhasilan propaganda kapitalis melalui media untuk menghancurkan moral bangsa. Belum jelas juga alasannya apa. Terlalu banyak spekulasi untuk menjawab itu.
Setidaknya, selain karena media yang hanya mementingkan profit, kelemahan control keluarga/orangtua (boro-boro mau ngontrol, ortunya aja berlomba saling menor dengan anaknya), lingkungan masyarakat dan pendidikan yang hanya mementingkan nilai dibanding nilai moralitas siswa.
Kalau itu sudah menjadi satu kesatuan pembenaran, maka wajar juga kalau orang yang tidak bergaya seperti itu dianggap salah atau tidak ikut trend: “Jika kesalahan menjadi aktivitas biasa yang dilakukan secara massal, maka kebenaranpun akan menjadi sala” kata ahli dari kampong timur tengah.
Kalau teori itu menjadi landasan hidup dan gaya hidup seperti itu sudah menjadi hukum adat, jadi lo “Jangan Salahkan Aku Menghamilimu…”
15:15 Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: seksualitas
10.03.2006
RUU APP: KOQ DITOLAK ??!!
Kutu busuk, kutu loncat!!
Ada apa lagi, kenapa lagi, kepentingan apa lagi?
Dor prostitusi!!!
Akhir-akhir ini gw gak ngerti, dan gak faham. Kenapa RUU APP ditolak? Malah isue ini seolah-olah lebih penting dari pada kita harus nyari solusi ngurus korban gizi buruk, kelaparan, kenaikan harga listrik, BBM, sembako.
Gak Cuma rakyat biasa yang ikut-ikutan nolak, artis, seniman, bahkan megawati & akbar tanjugpun ikut-ikutan nolak. Gak Cuma sampe situ, mediapun ikut-ikutan nolak, buktinya setiap ngadain diskusi, workshop, seminar masalah RUU APP selalu saja menghadirkan nara sumber yang berat sebelah (ini mah dah jelas, kesimpulannya apa), belum lagi propaganda lewat berita, yang cenderung berat sebelah, lebih kerennya lagi bali ngancem dengan emosional RUU APP disahkan = keluar dari NKRI. Alasannyapun berragam, ada yg bilang memasung hak wanita, membatasi ruang gerak wanita, menjajah budaya bangsa, definisi pronografi yang salah kaprahlah dan seabrek alasan lainnya.
Lho wong lagi usaha untuk meminimalisir kekerasan perempuan kok di tolak? Ora mudeng aku!
Yo wiss, sederhannya gini aje, kalo mau bawa-bawa senitimen agama, Negara kitakan Negara terbesar yang punya rakyat islam, kalo emang kita mau ngejalananin apa yang diajarkan islam, inikan udah jelas di surat yunus ayat 33, yg kesimpuannya, kita wajib nutup aurat, biar gak diperkosa.
Kalo kita mau bilang masalah perlindungan kaum perempuan, apa mesti oang yang nolak RUU APP itu harus diperkosa dulu, atau setidaknya anak perempuan, ponakan perempuan, sepupu perempuan, tante, ibu atau pembantu diperkosa dulu, baru RUU itu disahkan?
Lhoooo, jangan nyalahin yg merkosa dong, yang merkosa itukan pejantan tangguh yang sehat lahir bathin atau simpelnya laki-laki normal, kalo tiap hari dikasih pemandangan paha, dada, puser dan bawahnya, yow ajar toh kalo sifat kelakilakiannya bangkit, kucing koq di kasih ikan asin??!!!
Nah bapak wakil rakyat seharusnya jangan takut utk tidak segera mengesahkan ruu app, dengan ancaman bali yang mau misah. Kalo alasannya gara-gara bali nolak trus ruu app gak jadi disahkan, ya logikanya akan berapa provinsi lagi yang
akan misahin dari nkri, ya tentunya provinsi itu mereka yang menuntut segera disahkanya RUU APP.
Yo wiss kalo bapak wakil rakyat bingung, kita kan sekarang hidup di alam demokrasi, ya sudah kita adakan pooling nasional aje, kita hitung mana yang paling banyak, yang nolak atau yg nerima ruu app? Yang kalah ya kudu legowo alias nerima dengan ikhlas, gak usah emosi apalagi anarkis, nah yang menang ya kudu sujud syukur, berarti kebenaran itu pasti menang. Gitu bukan?
Tapi aku yaqin, kalo seluruh warga perempuan di indonesia, dengan busana sopan, goyang biasa-biasa aje, medianya gak euporia gak kebabalasan, insya allah dan optimis RUU Pornografi-aksi bisa jalan lancar, ya kalo misalnya mau kerja, ekspresi, totalitas seni dan lain sebagainya yang penting sopan aje, kenapa harus takut ama RUU APP
Aku terkesmia yo ama gayanya neng Zascia Mecca (KSD), wis ayu, anggun, sopan, dan hmmm aduhai cantiquenya. Aku yaqin ibu-ibu, mbak-mbak, tante-tante suka ama cara berpakainnya Zascia, yaaa dari pada dada dan kawan-kawannya keliatan kemana-mana, gak Cuma bisa masuk angin, juga bikin gairah laki-laki nomal bangkit. Tapi kalo liat neng zascia, bukan niat untuk memerksoanya, yang ada pengen nikahinya. Tapi apa iso aku wong deso nikah karo koe neng, aku janji lho neng arep nanggap ketoprak humor tujuh hari tujuh malam, ning alun-alun bale desa…. Iki serius lho neng!! Tapi ngomog-ngomong ari neng zascia teh tos gaduh calon acan?...
catatan:
tulisan ini merupakan opini pribadi dan gambar tersebut sifatnya hanya perbandingan, busana mana yg kita pilih ketika menggunakan busana? selebihnya terserah anda, pilih yang mana? bebas koq,
00:00 Permalink | Comments (25) | Email this | Tags: seksualitas, opini



